Main Menu

Ini Hasil Kunjungan Presiden ke KTT Arab Islam Amerika

Ervan
22-05-2017 11:13

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (22/5) setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab Islam Amerika yang dihelat di King Abdulaziz Convention Center, Minggu (21/5).

 

Di forum ini, Presiden menyampaikan pesan dan berbagi pengalaman kepada dunia Internasional dalam upaya Indonesia melawan radikalisme dan terorisme.

 

Indonesia meyakini pentingnya menyeimbangkan pendekatan hard-power dengan pendekatan soft-power. Selain pendekatan hard-power, Indonesia juga mengutamakan pendekatan soft-power melalui pendekatan agama dan budaya.

 

“Untuk program deradikalisasi, misalnya, otoritas Indonesia melibatkan masyarakat, keluarga, termasuk keluarga mantan nara pidana terorisme yang sudah sadar; dan organisasi masyarakat,” kata Presiden kemarin.

 

Selain itu, Presiden juga menyampaikan empat pemikirannya untuk mengatasi radikalisme dan terorisme.

 

Pertama, umat Islam se-dunia harus bersatu bersatu untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah. “Persatuan umat Islam merupakan kunci untuk keberhasilan memberantas terorisme; janganlah energi kita habis untuk saling bermusuhan,” ujar Presiden.

 

Kedua, kerja sama pemberantasan radikalisme dan terorisme harus ditingkatkan. Ketiga, upaya menyelesaikan akar masalah harus ditingkatkan, ketimpangan dan ketidakadilan harus diakhiri; pemberdayaan ekonomi yang inklusif  harus diperkuat.

 

Keempat, Presiden mengharapkan setiap dari kita harus berani menjadi “part of solution” dan bukan “part of problem” dari upaya pemberantasan terorisme. "Setiap dari kita harus dapat menjadi bagian upaya penciptaan perdamaian dunia,” ujar Presiden mengakhiri sambutannya di KTT Arab Islam Amerika.

 

Di dalam forum ini, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri/KPN Andri Hadi mengatakan bahwa hanya tujuh kepala negara/pemerintahan yang berbicara.

 

"Ke tujuh kepala negara/pemerintahan yang berbicara, yakni Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Raja Jordan Abdullah II, Presiden Mesir Abdelfattah Said Al-Sisi, Presiden Joko Widodo, Raja Kuwait Sabah Al-Ahmad Al-Jabir Al-Sabah, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak," ucap Andri Hadi.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani 

 

Ervan
22-05-2017 11:13