Main Menu

KBRI Doha Bentuk Satgas Lindungi WNI di Qatar

Ervan
08-06-2017 13:47

Kota Doha, Qatar (AFP/Stringer/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/6) siang. Pertemuan dengan Presiden salah satu agendanya adalah melaporkan kondisi WNI yang ada di Qatar.

 

Retno menjelaskan, dirinya baru saja melakukan kunjungan kerja ke Nigeria akhir pekan lalu. Saat hendak pulang ke Indonesia, pesawat Qatar Airways yang ditumpanginya transit di Doha, Qatar. Momen ini dimanfaatkannya untuk bertemu dengan Duta Besar RI di Doha, Qatar.

 

"Yang kita bicarakan tentunya perkembangan terakhir situasi di Doha dan juga saya ingin memastikan bahwa semua WNI yang hidup di Qatar dalam kondisi baik. Dan dubes sudah melakukan bahwa kondisi mereka baik," kata Retno usai bertemu dengan Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/6).

 

Saat ini Kedutaan Besar RI (KBRI) di Doha telah membuat satuan tugas (satgas) khusus untuk melakukan kontak dengan para WNI dan memastikan semua WNI dalam keadaan baik.

 

Menurut data KBRI Doha saat ini ada 29.000 WNI yang terdaftar, sedangkan kemungkinan yang tidak terdaftar berjumlah sekitar 43.000 orang. Untuk itu, KBRI terus melakukan kontak dengan WNI yang ada di Qatar.

 

"KBRI sudah juga membentuk satu satgas khusus untuk memberikan perlindungan WNI. Dari sisi proteksi WNI yang tinggal di Qatar, Insya Allah tak terjadi masalah apapun," lanjutnya.

 

Sebagaimana diketahui, secara sepihak Arab Saudi memutus hubungan diplomatik bersama sekutunya Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Yaman, Mesir, Libya, Maladewa dan Mauritis. Langkah ini dilakukan, karena selama ini Qatar dianggap mendukung dan melindungi kelompok-kelompok teroris dan ekstrem, meski Qatar sendiri telah membantahnya.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani  

 

Ervan
08-06-2017 13:47