Main Menu

WNI Diimbau Manfaatkan Program Amnesty Kerajaan Arab Saudi

Iwan Sutiawan
11-06-2017 16:34

Arab Saudi (AFP/Stringer/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Indonesia melakukan berbagai upaya dan koordinasi dengan pihak terkait agar seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) pelanggar peraturan ketenagakerjaan, kependudukan, dan keimigrasian bisa memanfaatkan program amnesty Kerajaan Arab Saudi.



"Pemerintah RI melalui koordinasi antar kementerian/lembaga telah melakukan berbagai upaya agar para WNI dapat memanfaatkan program tersebut," demikian keterangan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam siaran pers yang diterima GATRAnews di Jakarta, Minggu (11/6/2017).

Melalui sosialisasi intensif dan menyentuh akar rumput serta penugasan tim perbantuan teknis untuk mendukung pelaksanaan pelayanan yang dilakukan Perwakilan RI di Arab Saudi.

Upaya yang dilakukan meliputi bidang pendataan, penerbitan dokumen perjalanan, dan surat keterangan bagi anak WNI peserta Amnesty serta penanganan pasca-ketibaan para WNI di Indonesia.

Program Amnesty Arab Saudi tahun 2017 akan berakhir pada 24 Juni 2017. Setelah program tersebut berakhir, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan memberlakukan law enforcement berupa denda keimigrasian, penahanan di kantor-kantor detensi imigrasi hingga deportasi melalui razia para WNA yang belum memanfaatkan program dimaksud. 

Maka dari itu, Pemerintah RI mengharapkan para WNI overstayers/undocumented serta masyarakat Indonesia yang memiliki sanak saudara para WNI overstayers yang masih tinggal di Arab Saudi untuk tetap memanfaatkan sisa waktu program amnesty seoptimal mungkin.

Kerajaan Arab Saudi meluncurkan program amnesty melalui kampanye "Nation Without Violation" atau Wathon Bila Mukholif tahun 2017 selama 90 hari untuk memulangkan warga negara asing (WNA) dari Arab Saudi yang melanggar peraturan ketenagakerjaan, kependudukan, dan keimigrasian.

Program amensty Pemerintah Arab Saudi yang berlangsung mulai 29 Maret sampai 24 Juni 2017 tersebut juga menjadikan WNA bisa kembali ke negaranya tanpa dikenai denda dan tidak dimasukkan dalam daftar cekal sehingga dapat kembali ke Arab Saudi.


Reporter: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
11-06-2017 16:34