Main Menu

Turki Tolak Tutup Pangkalan Militernya di Qatar

Abdul Rozak
24-06-2017 20:17

Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik (AFP photo/yus4)

Jakarta, GATRAnews – Turki menolak tuntutan sejumlah negara Arab untuk menutup pangkalan militernya di Qatar. Penutupan itu diajukan Arab Saudi Cs untuk mengakhiri krisis dan blokade diplomatik dengan Qatar.

 
Turki menyebut tuntutan itu sebagai tindakan campur tangan hubungan bilateral antara Ankara dan Doha. Keberadaan pangkalan militer Turki di negara kaya raya itu atas kesepakatan bilateral yang ditandatangani 2014 lalu.
 
Seperti dikutip Antara, Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik menegaskan tidak ada rencana meninjau ulang pangkalan militer itu. Turki menyebut pangkalan itu semata untuk menjamin keamanan di kawasan Teluk.
 
“Kalau ada permintaan seperti itu, menandakan campur tangan dalam hubungan bilateral. Mengevaluasi kembali kesepakatan dasar dengan Qatar tidak ada dalam agenda kami," kata Isik, Sabtu (24/6).
 
Turki menyatakan akan terus memperkuat kehadirannya di Qatar. Antara lain dengan segera memulai latihan gabungan, menambah jumlah personel mencapai 1.000 dan mempertimbangkan mengirimkan kekuatan udara ke Qatar.
 
“Penguatan basis Turki akan menjadi langkah positif dalam hal keamanan Teluk,” sambung Isik.
 
Penutupan pangkalan militer Turki masuk dalam 13 daftar tuntutan Arab Saudi Cs kepada Qatar. Selain itu, Qatar diminta menutup stasiun televisi Al-Jazeera dan memutuskan hubungan diplomatik dengan Republik Islam Iran.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Abdul Rozak
24-06-2017 20:17