Main Menu

Qatar: 13 Tuntutan Negara Arab Didesain untuk Ditolak

Dani Hamdani
02-07-2017 09:56

Menteri Luar Negeri Qatar Syeh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani (Brendan Smialowski / AFP/yus4)

Roma, GATRANews - Sebanyak 13 tuntutan sebagai syarat damai, yang dibuat empat negara Arab terhadap Qatar, bukan untuk mencari penyelesaian tapi didesain untuk ditolak. Demikian ditegaskan Menteri Luar Negeri Qatar Syeh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani pada Sabtu.

 

Menlu Qatar berbicara kepada wartawan di Roma menjelaskan bahwa ultimatum mereka bertujuan bukan untuk menangani terorisme melainkan membatasi kedaulatan negerinya.

 

Walau demikian Syeh Mohammed mengatakan Doha mengaku masih siap untuk duduk di meja perundingan dan membahas keluhan-keluhan yang diangkat oleh negara-negara Arab tetangganya tersebut.

 

Ia berbicara menjelang tenggat waktu yang ditetapkan oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UAE), Bahrain dan Mesir bagi Doha untuk menerima 13 tuntutan. 

 

Para pejabat mengatakan tuntutan-tuntutan itu bertujuan untuk mengakhiri percekcokan yang meledak bulan lalu atas tudingan-tudingan bahwa Qatar mendukung terorisme, tuduhan yang dibantahnya.

 

Baca juga: Arab minta Qatar Tutup TV Al Jazeera; Syarat Akhiri Krisis Teluk

 

"Daftar tuntutan ini dibuat untuk ditolak. Bukan dimaksudkan untuk diterima atau ... untuk dirundingkan," kata Syeh Mohammed, seperti dilaporkan Antara. 

  

Tuntutan-tuntutan tersebut mencakup pemutusan hubungan dengan kelompok-kelompok teroris, penutupan saluran televisi satelit Al Jazeera, penurunan tingkat hubungan dengan Iran dan penutupan pangkalan udara Turki di Qatar.

 

Negara-negara Arab telah menegaskan bahwa tuntutan-tuntutan itu tidak dapat dirundingkan dan memperingatkan bahwa langkah-langkah lebih lanjut yang tak disebutkan secara khusus akan diambil jika Qatar tidak mematuhi.

 

Tetapi Syeh Mohammed mengaku belum menyerah. "Menyangkut tuntutan-tuntutan tersebut dan sikap kami, kami sudah dari awal sangat jelas mengenai hal ini. Kami tidak akan menerima apapun yang melanggar kedaulatan kami atau apapun yang diberlakukan atas Qatar," katanya.


Editor: Dani Hamdani

Dani Hamdani
02-07-2017 09:56