Main Menu

Korupsi Alutsista Israel

Rosyid
11-07-2017 11:38

PM Israel Benjamin Netanyahu (AFP/Gali Tibbon/HR02)

Tel Aviv, GATRAnews - Polisi Israel menahan tiga orang dan menempatkan satu orang lainnya dalam tahanan rumah setelah memeriksa enam orang terkait korupsi pembelian kapal selam dan kapal patroli buatan Jerman senilai USD 2 miliar, Senin (10/7). 

 

Pembelian ini mendapat sorotan setelah diketahui pengacara pribadi PM Israel Benjamin Netanyahu juga mewakili agen lokal konglomerat Jerman ThyssenKrupp Marine System yang akan membangun kapal tersebut. Kontrak pembelian dibuat 2016

 

Enam orang diperiksa karena dicurigai menyuap, melakukan kecurangan dan mengakali pajak. Menurut jurubicara Polisi Israel Luba Samri  orang yang diperiksa itu terdiri dari pejabat pemerintahan maupun warga sipil setempat. Pihak berwenang Jerman juga sedang menyelidiki kesepakatan tersebut, demikian dilaporkan Reuters, Selasa  (11/7).

 

Juni lalu, majalah Jerman Der Spiegel melaporkan Dewan Keamanan  Nasional menyetujui penjulan tiga kapal selam bertenaga nuklir  kepada Israel dan pihak berwenang memasukkan klausul  dalam kontrak yang memberkan hak untuk membatalkan persetujuan jika tuduhan korupsi terbukti.

 

Kementrian Kehakiman mengatakan pada Februari  lalu bahwa PM Netanyahu tidak masuk dalam daftar tersangka penyelidikan kontrak 2016 untuk ThyssenKrupp untuk membangun tiga kapal selam nuklir dan kontrak 2015 dengan perusahaan yang sama untuk membangun empat kapal patroli Angkatan Laut Israel.

 

Perusahaan lokal yang mewakili ThyssenKrupp di Israel menggunakan pengacara Davod Shimron, yang juga pengacara pribadi PM Benyamin Netanyahu.  Shimron menyangkal semua tuduhan dan mengaku tidak pernah membahas kesepakatan kontrak itu dengan PM agar tidak menimbulkan konflik kepentingan.  Shimron adalah kerabat jauh PM. 

 

Netanyahu sendiri sedang menghadapi pemeriksaan terhadap dua kasus kriminal.  Satu kasus terkait dugaan gratifikasi pemberian hadiah dari seorang pengusaha. Kasus lainnya terkait dugaan diskusi antara PM Netanyahu dengan penerbit surat kabar mengenai liputan yang menguntungkan dengan imbalan pembatasan kompetisi dari surat kabar saingan.


Editor: Rosyid

Rosyid
11-07-2017 11:38