Main Menu

Presiden Kecam Tragedi Al Aqsa

Rosyid
22-07-2017 18:14

Presiden Joko Widodo berkunjung ke Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (ANTARA/Andreas Fitri Atmoko/HR02)

Yogyakarta,GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras pembatasan ibadah di kompleks Masjid Al Aqsa, Yerusalem. Presiden meminta Dewan Keamanan PBB segera bersidang membahas krisis yang menewaskan tiga orang tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Presiden usai peletakan batu pertama pembangunan museum Muhammadiyah di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan, DI Yogyakarta, Sabtu (22/7).

“Saya ingin menyampaikan perkembangan terakhir yang terjadi di kompleks Masjid Al Aqsa. Indonesia mengecam keras tragedi ini, terutama tentang pembatasan kegiatan beribadah hingga menyebabkan 3 orang tewas,” kata Presiden.

Presiden mendesak Dewan Keamanan  PBB segera melakukan sidang untuk membahas krisis di Masjid Al Aqsa.

Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mendukung penuh pernyataan Presiden. Pernyataan ini menegaskan sekali lagi posisi Indonesia yang bebas aktif.

“Soal perdamaian dunia, pernyataan ini membuktikan Indonesia terus berperan aktif. Terlebih lagi dengan meminta PBB untuk bersidang, ini adalah pernyataan yang memiliki dosis tinggi,” kata Nashir.

Terkait tragedi Masjid Al-Aqsa, Nashir mengatakan sejak dulu Muhammadiyah dan semua organisasi keagamaan Islam mengutuk Israel sebagai negara kesukuan di masa modern saat ini, bahkan secara tidak segan melakukan langkah-langkah brutal.

Israel seharusnya menghormati kawasan Masjid Al Aqsa sebagai tempat suci bagi agama Islam, Kristen, dan Yahudi. Dengan demikian, aksi kekerasan di sana bukan lagi menyangkut tentang Islam melainkan tentang kemanusian. Alhasil,  tindakan Israel ini sewenang-wenang.

“Muhammadiyah segera meminta negara-negara Islam di kawasan Timur Tengah dan di OKI untuk bersatu serta menyisihkan perbedaan. Sekarang saatnya semua bersatu, tutup buku kasus Qatar dan bersama-sama hadapi Israel,” pungkasnya.




Reporter: Arif Koes Hernawan
Editor: Rosyid

Rosyid
22-07-2017 18:14