Main Menu

Legislator Iran Tingkatkan Program Balistik Rudal

Annisa Setya Hutami
16-08-2017 06:15

Program balistik rudal Iran (Aljazeera/HR02)

Teheran, GATRAnews - Iran akan meningkatkan dana guna program balistik rudal. Sebelumnya terdapat perdebatan antara Iran dan presiden Amerika Serikat yang memaksakan sanksi baru bagi pemerintah Iran.

Berdasarkan "The Wall Street Journal"(13/8), disebutkan "voting parlemen Iran dalam meningkatkan dana militer dan program balistik rudal harus mendapatkan tanggapan dunia". Bahkan parlemen Iran disebutkan menyetujui RUU mengenai alokasi yang berkisar US$ 609 juta.

Ketegangan antara pemerintah Iran dan Amerika Serikat didasari oleh konfrontasi dengan Teheran terkait persetujuan nuklir. Dari sanalah negara adidaya tersebut mengeluarkan tindakan yang diharapkan dapat mengubah rezim, kutip The Guardian (17/7).

Padahal saat kampanye Presiden, Donald Trump telah berjanji akan merenegosiasi perjanjian nuklir yang telah ditandatangani oleh Obama. Pemerintah Iran melalui VOA (13/8) menyampaikan sanksi baru yang diberlakukan oleh Trump melanggar persyaratan nuklir sebelumnya.

Program Rudal guna melawan pemerintah Amerika Serikat. Di dalam nota kesepatan juga berisi penolakan terkait visa baru dan perjalanan militer Amerika Serikat dan organisasi lain.

Meskipun begitu, Juru Bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Iran Seyed Hossein Naghavi Hosseini mengatakan kepada kantor berita ISNA, " Tindakan ini tidak merusak kesepakatan nuklir antara Iran dan kekuatan dunia."

Iran tampaknya tidak terpengaruh dan tetap memperkuat pertahanan militernya. Agen berita IRNA melaporkan 247 pembuat kebijakan hadir dalam sesi voting, 240 setuju dengan rencana dan satu pembuat kebijakan abstain.

Abbas Araghchi, seorang wakil menteri luar negeri dalam Foxnews (13/8) mengatakan bahwa pemerintah moderat Hassan Rouhani akan mendukung RUU tersebut.

Berdasarkan ketentuan, pendanaan akan dikucurkan kepada pasukan Quds Garda Revolusi, sebuah pasukan ekspedisi militer yang dijalankan oleh Jenderal Qassem Soleimani, yang telah berada di Suriah dan Irak.

IRNA juga menyebut dana juga akan digunakan untuk pengembangan nuklir. Perjanjian nuklir telah disahkan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.

Resolusi ini menyatakan Iran tidak memiliki kemampuan untuk mengetes balistik rudal dan embargo senjata.

Pendanaan Program Balistik Rudal menjadi salah satu cara pemerintah Iran untuk melawan tindakan Amerika Serikat. Program ini terus berjalan dengan kekuatan penuh. Pemerintah Iran pun menyebut kebijakan nuklir untuk tujuan perdamaian.


Reporter: ASH

Editor: Nur Hidayat 

Annisa Setya Hutami
16-08-2017 06:15