Main Menu

Erdoğan dan Putin Akan Bahas Krisis Yerusalem

Aulia Putri Pandamsari
10-12-2017 22:24

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (AFP/Alexander Nemenov/FT02)

Ankara, Gatra.com. Dalam pidatonya di Kongres Partai Keadilan dan Pembangunan(AKP) yang berkuasa di Turki , Minggu(10/12), Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan menyebut Israel sebagai ‘negara teroris’.

Dilansir dari media lokal Turki, Hurriyet Daily News, Erdoğan mengecam tindak ‘penindasan’ yang dilakukan oleh Polisi Israel terhadap pemrotes Palestina. Perkataan Erdogan ini merupakan tanggapan dari keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibukota Israel pada 6 Desember lalu.

Dalam kesempatan yang sama, Erdoğan juga mengumumkan bahwa pihaknya akan mendiskusikan hal ini dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. “Bersama dengan Putin kami akan membahas perkembangan berkaitan dengan Yerusalem dan Suriah.” ujarnya.

Pertemuan ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada Senin, 11 Desember besok di Ankara. Baik Erdoğan dan Putin telah menyatakan keprihatinan serius atas tindakan Trump, dengan mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut dapat menggagalkan semua prospek proses perdamaian di Timur Tengah.

Sementara itu, pernyataan yang dikeluarkan oleh Rusian mengatakan, “Rusia dan Turki menegaskan kembali komitmen mereka untuk mencapai solusi yang adil terhadap krisis yang terjadi di Timur Tengah, terutama mengenai resolusi yang relevan dari dewan Keamanan PBB dan Majelis PBB, serta realisasi hak rakyat Palestina atas negara mereka sendiri.”

Pertemuan antara Presiden Turki dengan Presiden Rusia ini dilaksanakan sebelum pertemuan darurat oleh Organisasi Kerjasama antar Negara Islam(OKI) di Istanbul Turki, 13 Desember mendatang dimana para peserta akan membahas sebuah peta jalan untuk melawan pengakuan dari Amerika Serikat yang menetapkan Yerusalem sebagai Ibukota Israel.


 

Reporter: APP

Editor: Rosyid

Aulia Putri Pandamsari
10-12-2017 22:24