Main Menu

Habis Protes di Istana Riyadh, Sebanyak 11 Pangeran Saudi ditahan

Birny Birdieni
07-01-2018 11:57

Ilustrasi. (GATRA/Erry Sudiyanto/FT02)

Riyadh, Gatra.com- Setelah melakukan aksi protes di Istana Kerajaan Riyadh, aparat Arab Saudi menahan sebanyak 11 pangeran. Mereka berunjuk rasa lantaran pemerintah memutuskan berhenti membayar tagihan air dan energi di rumah mereka.

 

Langkah tersebut diambil Pemerintah Saudi sebagai bagian reformasi ekonomi untuk efisiensi ketergantungan sektor minyak dan gas. Selain itu juga untuk memangkas anggaran pengeluaran dimana salah satunya mencabut subsidi. 

 

Dilansir dari BBC, Pemerintah Saudi memang sedang gencar melakukan pengetatan anggaran. Mereka telah berupaya menaikkan pemasukannya, diantaranya dengan melipatgandakan harga bensin serta mengenakan pajak 5% pada sebagian barang dan layanan umum.

 

Tidak hanya protes akan tagihan listrik dan energi, para pangeran juga menginginkan kompensasi akan salah satu pangeran yang merupakan sepupu mereka yang telah dijatuhi hukuman mati atas tuduhan pidana yang belum jelas. 

 

Kabar penahanan tersebut pertama kali dilaporkan laman berita Saudi, Sadq. Tidak disebutkan siapa saja nama-nama pangeran tersebut. Namun kantor Jaksa Penuntut Umum Saudi membenarkan bahwa telah ada penahanan terhadap para pangeran tersebut.  

 

Dalam laporan kantor berita Reuters disebutkan kalau ke-11 pangeran tersebut kini telah dipenjara. Mereka dituduhkan dengan delik aduan menggangu ketertiban umu. 

 

Kejadian serupa juga pernah terjadi tahun lalu. Sejumlah pangeran, menteri dan mantan menteri ditahan sebagai bagian dari pemberantasan korupsi. Kini beberapa mereka telah bebas setelah membayar uang kepada Pemerintah.

 


 

Editor : Birny Birdieni

 

Birny Birdieni
07-01-2018 11:57