Main Menu

Pakistan Gagal Bertindak, Amerika Siap Dukung Afghanistan

Birny Birdieni
03-02-2018 09:40

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani ( RTA/REUTERS/FT02)

Kabul, Gatra.com- Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menuduh Pakistan gagal bergerak melawan militan Taliban. Negara yang terletak di Asia Selatan dan Tengah itu memang sejak lama menuduh Pakistan membantu, memberi perlindungan serta memberi bantuan kepada pimpinan pemberontakan Taliban.

 

"Kami menunggu Pakistan bertindak," kata Ghani dalam pidato di televisi, Jumat (2/2) kemarin dilansir dari Reuters. Namun pihak Pakistan membantah tudingan itu, sebaliknya ada ribuan warganya juga yang terbunuh oleh kekerasan militan selama bertahun-tahun.

 

Ghani mengatakan bahwa 11 orang telah ditangkap dan telah ada daftar individu yang diyakini pelaku teror Kabul. Termasuk nama jaringan yang mendukung mereka telah diberikan kepada pihak berwenang Pakistan. "Serangan tersebut tidak melawan orang-orang kita, wanita atau anak-anak tapi melawan bangsa Afghanistan dan memerlukan sebuah respon nasional yang komprehensif," ia menegaskan. 

 

Akhir Januari lalu, sebuah serangan teror terjadi di sebuah rumah sakit di Kabul yang menewaskan 103 orang. Serangan tersebut menyusul baku tembak senjata yang terjadi sepekan sebelumnya di Hotel Intercontinental Kabul dengan korban tewas 22 orang. Lalu serangan bunuh diri di kantor Save the Children di Jalalabad serta seragan di Pusat Kebudayaan Kabul pada akhir bulan lalu dengan membunuh lebih dari 40 orang.  

 

Pejabat Afghanistan dan Amerika Serikat mengatakan jaringan Haqqani, sebuah kelompok militan terafiliasi dengan Taliban bertanggungjawab akan teror tersebut. Mereka diyakini berbasis di Pakistan.

 

Pasca-serangan teror bom tersebut, Ghani berjanji akan membuat rencana keamanan baru untuk Kabul. Pejabat keamanan Afghanistan akan mempresentasikannya besok Minggu (4/2). Namun tidak jelas langkah apa yang akan diambil, akan tetapi saat ini serangkaian pos pemeriksaan tambahan dan kontrol kendaraan berat telah dilakukan.

 

Di hari yang sama, Wakil Presiden AS, Mike Pence mengatakan kepada Ghani lewat sambungan telepon kalau pihaknya menyoroti kebiadaban dan pemberontakan serangan tersebut. "Ini memperkuat tekad Amerika untuk mendukung Afghanistandan pemerintahnya," kata Gedung Putih.

 

Seorang Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan bahwa Pakistan dan Afghanistan merupakan korban terorisme dan perlu bekerja sama untuk melawan ancaman umum tersebut. Pakistan menegaskan solidaritas antara rakyat dengan pemerintah Afghanistan dalam memerangi ancaman terorisme.

 

Pakistan telah mengambil tindakan tegas untuk melawan terorisme, termasuk operasi melawan kamp-kamp jaringan Haqqani di pegunungan Waziristan. "Kami merasakan sakitnya saudara dan saudari Afghanistan kami," katanya dalam sebuah pernyataan. 

 

Sebelumnya, Kedubes Pakistan di Kabul mengatakan bahwa pejabat di Islamabad sedang menilai bukti yang diajukan saat kunjungan Menteri Dalam Negeri Afghanistan Wais Barmak dan kepala dinas intelijen NDS, Masoom Stanekzai. 

 

Ketika itu, Pakistan tidak memberikan komitmen untuk melakukan tindakan apapun. Serangan tersebut terjadi pada saat ketegangan meningkat di wilayah itu. Stelah Amerika Serikat mengatakan akan mengurangi bantuan keamanan ke Pakistan, mengeluh bahwa negara Asia Selatan tidak berbuat banyak untuk memerangi kelompok teroris yang berlindung di sana.

 


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
03-02-2018 09:40