Main Menu

Militan Suriah Serang Pesawat SU-25 Rusia di Idlib

Birny Birdieni
04-02-2018 10:37

Puing Pesawat Sukhoi SU-25 yang ditembak jatuh gerilyawan Suriah di Provinsi Idlib, Suriah. (REUTERS/Social Media/FT02)

Amman, Gatra.com- Kementerian pertahanan Rusia dan pemberontak Suriah mengatakan gerilyawan Suriah menembak jatuh sebuah pesawat tempur Rusia, Sabtu (3/2) dan membunuh pilotnya di lapangan setelah dia dikeluarkan dari pesawat. 

 

Pesawat Sukhoi SU-25 turun di daerah provinsi Idlib utara setelah mengalami serangan udara berat dan berjuang di tanah antara pasukan pemerintah Suriah yang didukung oleh Rusia dan Iran serta kelompok pemberontak yan menentang Presiden Bashar al-Assad.

 

Militan Suriah penentang Assad tersebut melihat Rusia sebagai kekuatan penyerang yang mereka salahkan atas kematian ribuan warga sipil sejak Moskow bergabung dalam perang di sisi pemerintah pada tahun 2015 lalu.

 

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pesawat jatuh oleh rudal portabel ke permukaan udara. Sang pilot melaporkan kalau dia telah keluar dengan parasut, namun kemudian terbunuh di tanah. "Pilot tewas dalam pertempuran dengan teroris," kata kementerian tersebut dilansir dari Reuters, Minggu (4/2).

 

Kantor berita TASS mengutip Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa Moskow melakukan pembalasan dengan sebuah tembakan dari senjata presisi tinggi yang dirahasiakan dengan menewaskan lebih dari 30 militan di lokasi pesawat tersebut jatuh.

 

Tharir al-Sham, sebuah kelompok jihad yang dipelopori oleh bekas cabang Al-Qaeda di Suriah mengaku bertanggung jawab atas insiden menembaki pesawat tersebut. "Karya ini paling tidak bisa membalas dendam. Biar penjahat-penjahat tahu bahwa langit kita bukan area piknik dan mereka tidak akan lewat tanpa membayar harga, insyaallah," ungkap komandan senior, Mahmoud Turkomani.

 

Pihak oposisi Suriah merilis rekaman di media sosial yang konon menunjukkan reruntuhan pesawat dan badan pilot yang dikelilingi oleh para pejuang. Pemberontak mengatakan bahwa pesawat tempur jatuh tersebut menjadi bagian yang menargetkan konvoi sipil melarikan diri di sepanjang jalan utama Suriah dari desa-desa yang telah dilalui tentara dan milisi asing.

 

Menurut sumber seorang saksi dan dua pemberontak, pesawat Rusia itu disalahkan atas kematian tujuh warga sipil dan sejumlah korban luka-luka setelah mobil menjadi sasaran di jalan raya.

 

Saat ini Perang saudara Suriah telah memasuki tahun kedelapan. Setidaknya ratusan ribu orang telah terbunuh dan membuat lebih dari 11 juta orang harus pergi dari rumah mereka.

 

Dua sumber oposisi mengatakan, jumlah tentara Suriah dan milisi yang didukung Iran saat ini kurang lebih berada di sekitar 12 kilometer dari Saraqeb. Maju menuju jalan raya Damaskus-Aleppo di bawah kawasan serangan udara Rusia. 

 


 Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
04-02-2018 10:37