Main Menu

Kontrak Yang Menyelamatkan Airbus

Rosyid
12-02-2018 16:58

Tom Enders, CEO Airbus (tengah), Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, chairman dan CEO Emirates (kiri) dan Presiden Tim Clark Emirates Airlines, berpose saat penyerahan pesanan Emirates 100 Airbus A380. (REUTERS/Fabian Bimmer/FT02)

Dubai, Gatra.com  - Kontrak yang sangat menentukan ditandatangani di Dubai, Minggu (11/2). Dalam kontrak itu Maskapai Emirat memastikan pesanan 36 unit pesawat superjumbo Airbus A380.  Dengan kontrak senilai USD 16 miliar,  mengacu harga jual pesawat, nasib pesawat jet penumpang terbesar dunia ini menjadi pasti. Sebelumnya, Airbus sudah mengatakan akan stop produksi A380 jika gagal mengamankan kontrak pembelian skala besar dari Emirat.



Emirat memesan 20 pesawat double-decker itu, plus opsi untuk menambah 16 unit lagi. Pengiriman akan dilakukan secara bertahap mulai 2020.  Dengan kontrak pembelian terbaru itu, Emirat sudah memesan A380 hingga 178 pesawat.

Masa depan produksi pesawat ini menjadi buram karena perusahaan penerbangan khawatir dengan dedikasi Airbus menyempurnakan pesawatnya.  Karena itu dalam kontrak disebutkan bawah pilihan mesin akan dievalusi. Rolls-Royce Holding Plc akan memasok mesin untuk 50 unit A380 yang dipesan Emirat belakangan. Sementara 90 unit sebelumnya menggunakan mesin  Engine Alliance buatan General Electric Co. dan Pratt& Whitney.

Jika Emirat merealisasikan seluruhnya pesanannya 178 pesawat, berarti perusahaan ini mengoperasikan lebih dari separuh populasi pesawat ini di dunia. Maskapai ini sekarang mengoperasikan 101 pesawat superjumbo dan segera memasuki masa pensiun.

 

Editor: Rosyid

Rosyid
12-02-2018 16:58