Main Menu

Mayoritas Jajak Pendapat Israel Percaya Netanyahu Bersalah, Tapi..?

Birny Birdieni
15-02-2018 07:52

Benjamin Netanyahu (Reuters/Nir Elias/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Kepolisian Israel menyatakan sudah memiliki cukup bukti untuk menjerat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu terkait dugaan kasus korupsi.

 

Dilansir dari Reuters, rekomendasi tersebut telah diajukan sejak Selasa (13/2). Dimana indikasinya, pria 68 tahun tersebut menerima suap, melakukan kecurangan dan merusak kepercayaan publik.

 

Dalam sebuah jajak pendapat yang disiarkan saluran televisi komersial Israel, Reshet menyebut bahwa sebanyak 49% responden percaya akan versi polisi daripada Netanyahu. Bahwa ia telah bertindak hal yang tidak seharusnya.

 

Kemudian, sebanyak 25% mengatakan percaya akan Netanyahu dan yakin kalau dia tak bersalah. Sedangkan sisanya 26% mengaku tidak tahu siapa yang harus di percaya.

 

Meski demikian, dari 495 responden tersebut masih mendukung ketika Netanyahu tetap memimpin di kantor pemerintahan. Sebanyak 43% mengatakan ia masih harus tetap bertahan dan menangguhkan permasalahan itu.

 

Para responden itu mewakili sebanyak 44% pemilih Hebrew Israel yang menganggap upaya penyelidikan tersebut bukan sebagai upaya untuk menggulingkan Netanyahu. Namun ada 28% suara beranggapan demikian.

 

Namun demikian, sebanyak 50% pemilih dari Partai Likud Netanyahu percaya akan pengakuan tidak bersalah Netanyahu. Kemudian ada 60% juga percaya kalau investigasi ini adalah upaya sengaja untuk menggulingkan masa kepemimpinannya yang sudah berusia tiga per empat jalan. Lalu 73% menyebut kalau dia harus tetap di posisinya.

 

Dua jajak pendapat lain juga mengatakan hal sama, kalau mayoritas warga Israel percaya akan versi polisi. Namun bila dilakukan pemilihan ketika itu, Partai Likuid yang mengusung Netanyahu masih akan menjadi partai terbesar di parlemen.

 

Kasus yang membelit Netanyahu menjadi suara sumbang menjelang pemilihan umum Israel yang akan dilakukan pada akhir 2019 nanti. Kasus ini pun dinilai sebagai upaya untuk melemahkan Netanyahu dan kabinet serta partainya dalam ajang tersebut

 

Menanggapai rekomendasi tersebut, Netanyahu menegaskan kalau dirinya tak bersalah. "Saya setidaknya sudah menjadi subjek 15 penyelidikan selama bettahun-tahun. Rekomendasi itu berujung tidak membuahkan hasil dan begitu pula kali ini," katanya kepada AFP seperti dilansir dari CNN.

 

Setidaknya ada dua kasus yang membelit Netanyahu, antara lain tentang dugaan keluarganya menerima hadiah mahal dari produser Hollywood, Arnon Milchan, dan pebisnis Australia, James Packer.

 

Laporan polisi mengatakan bahwa dalam kurun waktu 2007-2016 Netanyahu menerima hadiah dengan nilai setara Rp 3,8 milyar. Bentuknya antara lain rokok mahal, perhiasan hingga minuman dan sampanye.

 

Skandal lain yang juga menjerat Netanyahu adalah kaitan perjanjian rahasia dalam pemberitaan baik pada surat kabar Yediot Aharanot. Dimana rekomendasinya juga mengajukan tuntutan kepada Milchan dan sang penerbit, Arnon Moses



Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
15-02-2018 07:52