Main Menu

Terbelit Kasus Suap, PM Israel Menolak Mundur 

Rosyid
15-02-2018 10:32

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Reuters/Eddie Keogh/yus4)

Tel Aviv, Gatra.com – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menganalogikan laporan polisi yang menuduh dirinya terlibat dalam kasus suap dan kecurangan seperti keju Swiss  yang penuh dengan lubang, disaat ia bertarung dalam kehidupan politiknya. “Laporan polisi tersebut menyesatkan dan bertentangan dengan kebenaran dan logika,” kata Netanyahu di Tel Aviv, Israel, Rabu kemarin dikutip The Guardian.

Sebelumnya, Selasa malam kemarin, pihak polisi mengumumkan bahwa Netanyahu harus didakwa atas tuduhan penyuapan dan pelanggaran kepercayaan. Sebelumnya, polisi telah lebih dulu melakukan penyelidikanselama  14 bulan atas dua kasus dugaan korupsi, polisi  yang diduga terkait dengan Netanyahu.

Polisi mengatakan Jaksa Agung Israel akan memeriksa bukti tersebut dan kemudian, dalam waktu beberapa bulan, Jaksa Agung akan memutuskan apakah harus mengeluarkan dakwaan atau tidak. 

Netanyahu membantah desas-desus bahwa koalisi di pemerintahannya akan goyah akibat imbas dari tuduhan suap yang menimpanya. "Saya ingin meyakinkan anda, koalisi itu stabil," katanya. Netanyahu berjanji untuk menjalani masa jabatannya sampai akhir 2019 dan menolak usulan dilakukan pemilihan lebih awal. 

Para politisi Israel mencoba mencari keuntungan politik dari posisi Netanyahu yang telah 12 tahun menjabat Perdana Menteri Israel ini. "Era Netanyahu sudah berakhir," kata pemimpin partai oposisi Partai Buruh, Avi Gabby. "Adalah tugas setiap tokoh masyarakat yang layak untuk memperkuat polisi dan hukum dan bertindak untuk mengakhiri jalan yang dipimpin oleh Netanyahu," ia menambahkan


Semantara itu Aliansi oposisi kiri-tengah mengatakan bahwa temuan polisi merupakan pukulan telak bagi Netanyahu. "Ini adalah malam yang sulit ketika polisi Israel merekomendasikan untuk menuntut seorang perdana menteri di Israel dengan penyuapan, kecurangan dan pelanggaran kepercayaan," tulis rilis resmi Aliansi oposisi kiri-tengah.

Kini, semua mata tertuju pada Menteri Keuangan, Moshe Kahlon, dan Menteri Pendidikan, Naftali Bennet, yang dipandang sebagai pilar koalisi rapuh Netanyahu. Mereka adalah tokoh berpengaruh di antara basis sayap kanannya.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan stasiun TV di Israel, Channel 10, menemukan bahwa 66% orang Israel percaya bahwa Netanyahu harus mengundurkan diri kursi perdana menteri  jika ia didakwa. Namun Jika Netanyahu mampu bertahan sampai pemilihan umum yang dijadwalkan selesai tahun depan, Ia akan menjadi pemimpin Negara terlama sepanjang sejarah Israel.



Reporter: Aditya kirana
Editor: Sujud P

Rosyid
15-02-2018 10:32