Main Menu

Soal TKI Dihukum Pancung, Wapres JK: Pemerintah RI Sudah Berusaha

Anthony Djafar
20-03-2018 23:30

Wapres Jusuf Kalla memberikan keterangan pers kepada awak media. (dok.Setwapres/ton).

Jakarta, Gatra.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa pemerintah Republik Indonesia sudah berupaya maksimal dan juga meminta penjelasan kepada pemerintah Arab Saudi terkait eksekusi mati terhadap buruh migran TKI asal Madura bernama Muhammad Zaini Misrin Arsyad.


“Iya, kita minta penjelasan kepada mereka tentang apa yang terjadi. Tapi juga seperti yang saya katakan, Itu sudah beberapa puluhan kali dilakukan pertemuan tentang ini. Jadi bukan tanpa pemberitahuan,” kata Wapres JK ketika ditanya awak media di kantor Wapres, Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (20/3).

Wapres mengatakan bahwa kejadian kasus pembunuhan yang dituduhkan kepada warga negara Indonesia itu sudah berlangsung lama, lebih dari 14 tahun, meski begitu pemerintah Indonesia tetap berusaha melobbi namun juga tentu menghargai hukum positif yang berlaku di Arab Saudi.

“Jadi bukan hal yang baru, pemerintah sudah berusaha. Tapi kita juga harus memahami hukum yang berlaku di negara Arab. Sama juga kita harapkan orang memahami hukum di Indonesia. Yang Anda tahu kita hukum mati berapa orang ? Jadi, saling mengerti,” kata Wapres.

Wapres juga menyebut bahwa pemerintah turut berduka dan sudah berusaha mencegah dengan melakukan pertemuan-pertemuan, namun rupanya keluarga mereka tidak ingin memaafkan pelaku.

“Pemerintah sudah melaksanakan banyak hal. Cuma ini pembunuhan. Dan di sana pembunuhan itu hanya bisa dimaafkan oleh keluarga. Kalau mereka tidak memaafkan? ya. Dulu itu kan mereka meminta bayaran, iya itu dan dibayar oleh keluarga Prabowo (kasus lain). Iya mungkin (sekarang) keluarga mereka berada (kaya). Mereka marah. Bapaknya terbunuh. Ya itu, kita pahami tapi itu hukum yang berlaku di sana,” kata Wapres.

Wapres mengaku bahwa pemerintah Indonesia berusaha maksimal untuk menghindari terjadinya eksekusi hukuman mati dan itu sudah dilakukan dengan beragam cara sampai melobby Raja Salman.

“Ya tentu sebelumnya dong (Membicarakan dengan raja Salman), masa setalahnya, buat apa setelahnya. Tiga kali (pertemuan). Ini bukan main-main. Ini usaha pemerintah. Tapi ya, jangan Anda melanggar hukum, negara lain. Itu aja. Jangan membuat kejahatan di negara lain. Dan jangan lupa kita juga berbuat yang sama, kita menembak juga siapa saja yang melanggar sesuai dengan hukum. Kalau hukum mati ya. Sudah berapa kali, sudah tiga kali diadakan (di Indonesia), puluhan orang itu (dihukum mati),” kata Wapres.

Seperti diketahui, seorang tenaga kerja Indonesia, Muhammad Zaini Misrin Arsyad telah dihukum pancung di Arab Saudi pada Minggu (18/3). Zaini Misrin, yang merupakan warga Bangkalan, Madura, dituduh membunuh majikannya di kota Mekkah pada 2004. Tetapi pemerintah baru diberi tahu tentang status hukum Zaini ketika pengadilan Arab Saudi telah menjatuhkan vonis hukuman mati.

Sebelum eksekusi dilakukan, Presiden Joko Widodo sempat menyurati Raja Salman sebanyak dua kali untuk meninjau kembali kasus pidana Zaini.

Kemenlu RI berupaya mengajukan permohonan peninjauan kembali karena dikatakan ada bukti baru dan permohonan itu dikirimkan ke Mahkamah pada 6 Maret 2018. Namun Eksekusi tetap dilakukan.

Editor: Anthony Djafar

Anthony Djafar
20-03-2018 23:30