Main Menu

Pemimpin Tertinggi Iran, Khamenei Tuduh Negara Teluk Mendukung Serangan Parade Militer di Ahvaz

Birny Birdieni
23-09-2018 07:10

Ayatollah Ali Khamenei.(Reuters/re1)

Dubai, Gatra.com- Sebuah tuduhan disampaikan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ia menuduh negara-negara Teluk Arab yang didukung Amerika Serikat telah melakukan serangan penembakan terhadap parade militer yang menewaskan 25 orang.

 

Serangan yang menargetkan tempat menonton di mana para pejabat Iran berkumpul di kota Ahvaz untuk menyaksikan acara tahunan menandai dimulainya perang Republik Islam 1980-1988 dengan Irak itu juga sedikitnya melukai 70 orang.

Hampir setengah dari para korban itu merupakan anggota Pengawal Revolusi elit negara. Khamenei memerintahkan pasukan keamanan untuk mengadili mereka yang bertanggung jawab atas salah satu serangan terburuk yang pernah terjadi terhadap Garda Revolusi itu.

Tuduhan serangan terhadap kekuatan militer paling kuat di negara itu kemungkinan akan meningkatkan ketegangan dengan Iran Arab Saudi dan sekutu Teluknya, yang bersama AS bekerja untuk mengisolasi Republik Islam.

"Kejahatan ini merupakan kelanjutan dari plot negara-negara regional yang merupakan boneka Amerika Serikat, dan tujuan mereka adalah menciptakan ketidakamanan di negara kita tercinta," kata Khamenei dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters, Minggu (23/9).


Dia tidak menyebutkan negara-negara regional yang dia yakini harus disalahkan itu. Namun Israel juga termasuk sekutu utama AS yang menentang Tehran.

Sebuah gerakan oposisi etnis Arab Iran yang disebut Perlawanan Nasional Ahvaz mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Namun tidak ada klaim yang memberikan bukti kalau itu aksi Militan Negara Islam yang memperjuangkan agar terpisah dari provinsi Khuzestan kaya minyak itu.

Pihak Islamic State atau militan ISIS juga mengaku bertanggungjawab akan aksi tersebut. Namun lagi-lagi tanpa menyediakan bukti, karena keempat pelaku penyerangan tewas.


Serangan terhadap militer jarang terjadi di Iran. Iran memanggil utusan Belanda, Denmark dan Inggris pada Sabtu malam mengenai penembakan itu.

Pihak Iran menuduh mereka menyembunyikan kelompok oposisi Iran di negara mereka. Beberapa anggota gerakan separatis etnis bermarkas di negara-negara Eropa.

Juru bicara kementerian luar negeri Iran, Bahram Qasemi meminta pemerintah mereka untuk mengutuk serangan itu dan mengekstradisi orang-orang yang terkait dengannya ke Iran untuk diadili.

"Tidak dapat diterima bahwa kelompok-kelompok ini tidak terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Uni Eropa selama mereka tidak melakukan serangan teroris di Eropa," kata Qasemi seperti dikutip oleh kantor berita IRNA.


Birny Birdieni

Birny Birdieni
23-09-2018 07:10