Main Menu

Kesaksian Korban ketika Crane Jatuh di Masjidil Haram

Dani Hamdani
12-09-2015 12:06

Makkah, GATRANews - Muradi Yahya hanya bisa tergolek di ranjang Rumah Sakit Al Noor, Mekkah. Kakinya patah tertimpa reruntuhan bangunan Masjidil Harram yang kejatuhan Crane, Jumat sore, 11/09/15. Muradi meminta doa kesembuhan pada Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin yang mengunjunginya semalam.

 

Anggota kelompok terbang 21 Embarkasi Surabaya (SUB 21) merasa peristiwa selepas shalat Ashar itu begitu cepat terjadi.
 
Saat itu Makkah diguyur hujan lebat disertai butiran es kecil dan angin berhembus sangat kencang disertai suara gemuruh dan petir sejak pukul 17.10 hingga 18.00 waktu Arab Saudi atau 21.10 sampai 22.00 WIB.
 
 
Muradi sebenarnya sempat berpikir crane itu akan jatuh.

"Saya sebenarnya tahu ketika crane itu mau jatuh, saya sempat mikir kalau crane itu jatuh bagaimana," katanya seperti dikutip Antara.
 
Namun tiba-tiba saja dia merasa kakinya seakan putus. Dan ternyata kakinya patah karena terkena reruntuhan bangunan. 
 
Muradi hanya memasrahkan diri kepada Sang Pencipta ketika itu. "Sampai kemudian ada yang menolong," tuturnya. 
 

Kejadiannya berlangsung begitu cepat, turu Muradi. Tiba-tiba saja crane itu jatuh dan melukai puluhan orang yang sedang beribadah di Masjidil Haram. 
  
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berusaha membesarkan hati korban yang terluka tersebut. Dilongok dan disalaminya satu persatu.

"Pemerintah prihatin dengan kejadian ini dan berharap korban memperbanyak sabar dan bersyukur sudah ditangani dengan baik oleh para profesional di rumah sakit yang bagus ini," katanya. 

Dia juga mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan santunan kepada jemaah Indonesia yang menjadi korban musibah di Masjidil Haram, baik yang meninggal dunia maupun terluka.

 

Nurudin lebih beruntung. Meski kepala dan kakinya terluka terkena serpihan bangunan yang runtuh ia masih bisa berjalan.

 

Tangan dan kaki anggota jemaah dari kelompok terbang 01 Embarkasi Surabaya (SUB 01) itu dibungkus perban tebal, tapi sudah boleh kembali ke pemondokan.
 
"Tapi dua hari lagi saya diminta balik ke sini," kata Nurudin, yang kaus putihnya masih bernoda bercak darah.
 
"Ini pasti ada hikmahnya, mungkin ini ujian dan teguran dari Allah agar saya introspeksi diri," katanya. 
 
Musibah itu sama sekali tak menyurutkan semangatnya untuk melanjutkan proses ibadah haji. 

Dia ingin melaksanakan puncak ibadah haji, wukuf di Arafah, dan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik.
 

"Doakan saya ya Pak," kata Nurudin sambil memeluk Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di halaman Rumah Sakit Al-Noor, Makkah, Jumat malam.


Editor: Dani Hamdani

Dani Hamdani
12-09-2015 12:06