Main Menu

Jamaah haji Indonesia Akan berangkat ke Arofah mulai 22 September Pagi

Dani Hamdani
15-09-2015 15:01

pemodokan di Mina, Saudi Arabia, oktober 2012 (Dok GATRAnews/Dani Hamdani)

Mekah, GATRANews - Puncak ibadah haji akan tiba dalam waktu kurang 10 hari lagi. Persiapan matang terus dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk mengelola perjalanan sekitar 150 ribu jamaan ke Arafah, Muzdalifah, Mina dan kembali ke Mekah.

 
Hari ini, tanggal 1 Dzulhijjah, PPIH mengumumkan rencana keberangkatan dari pemondokan di Mekah ke Arofah yang akan dilaksanakan pada Selasa, 22 September, tiga tahap, yaitu pada pukul 08.00, 12.00 dan 16.00 Waktu Arab Saudi (WAS). 
 
 
"Dengan berangkat lebih pagi, dimungkinkan seluruh jemaah Indonesia pada jam 10-12 malam sudah diberangkatkan ke Arafah," kata Kepala Satuan Operasional (Kasatop) Armina (Arafah, Muzdalifah dan Mina), Abu Haris kepada tim Media Center Haji di Makkah, Selasa.
 

Ia menjelaskan, setiap maktab akan menyiapkan 20-21 bus untuk membawa jemaah haji Indonesia dari pemondokan menuju Arafah. 
 

"Maktab akan memberangkatkan jemaah dari Arafah pada waktu maghrib menuju Muzdalifah," kata Abu Haris seperti dilaporkan Antara. 
 

Bila perjalanan Makkah menuju Arafah menggunakan 20-21 bus per maktab, maka pergerakan jemaah dari Arafah ke Muzdalifah hanya akan menggunakan 9-10 bus. Menurut Abu Haris, jumlah bus dikurangi untuk memastikan kendaraan pembawa jemaah dapat berputar atau taraddudi.
 

"Pukul 22.30 WAS, maktab akan menggerakan jemaah. Meski demikian, ada saja jemaah yang tidak mau bergerak ke Muzdalifah terlebih dahulu sampai tengah malam. Meski demikian, perjalanan dari Arafah ke Muzdalifah akan dilakukan sesuai urutan agar lancar," katanya.
 

Selama di Mina, petugas sektor 1 sampai dengan 6 wajib membuka pelayanan untuk mengantisipasi banyaknya anggota jemaah yang pulang ke pemondokan setelah melempar jamarat.

Editor: Dani Hamdani  

Dani Hamdani
15-09-2015 15:01