Main Menu

Menag: Pemerintah Akan Urus Santunan dari Raja Saudi untuk Korban Musibah Crane

Dani Hamdani
18-09-2015 08:37

Tragedi jatuhnya Crane di Masjidil Haram, Mekkah (AFP/Str)

Mekkah, GATRANews - Janji Raja Saudi Arabia untuk memberi santunan pada korban musibah Crane jatuh di Masjidil Haram terkonfirmasi resmi. Pemerintah mendapat informasi santunan dari Raja Salman sebagai "Khadimul Haramain" ( Pelayan Dua Tanah Haram) kepada keluarga dan ahli waris korban musibah crane tersebut.

 

 

"Memang benar," kata Menteri Agama (Menag) Lukman Saifuddin, di Mekkah, Arab Saudi, Kamis malam. Pemerintah Arab Saudi, lanjut dia, akan memberikan santunan sebesar satu juta riyal kepada ahli waris korban meninggal dan cacat fisik.

Sedangkan untuk korban lainnya, Pemerintah Arab Saudi memberikan santunan sebesar 500 ribu riyal. 

 

Pemerintah melalui Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri akan memfasilitasi pengajuan santunan keluarga korban musibah itu ke Pemerintah Arab Saudi.

 

"Nah atas dasar itu kami melakukan invetarisasi sejumlah korban jiwa dan luka untuk segera diajukan kepada Pemerintah Arab Saudi," ujar Menag seperti dikutip Antara. 


Sampai saat ini, kata dia, Pemerintah mencatat ada 11 jamaah Indonesia yang meninggal dalam peristiwa Jumat lalu (11/9). Selain itu ada 42 jamaah yang mengalami cidera berat dan ringan. 


Sebanyak 23 dari korban luka sudah kembali ke kelompok terbang (kloter) masing-masing, dan 19 lainnya masih dirawat di rumah sakit pemerintah Arab Saudi. 

 

"Kami juga telah mengirim nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, melalui Perwakilan Kementerian Luar Negeri RI, dan berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama santunan bisa segera direalisasikan," ujar Menag. 

"Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Agama kan bahu membahu dalam menindaklanjuti pencairan atau realisasi santunan ini," katanya.

Ia berharap dalam 2-3 hari sudah ada kejelasan mengenai realisasi santunan tersebut kepada keluarga korban

 

Sehubungan dengan banyak penipu dengan modus musibah crane jatuh itu, Menteri Agama meminta keluarga dan ahli waris menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya urusan tersebut kepada pemerintah. 

 

"Kami mengimbau agar keluarga korban untuk tidak melayani siapapun juga yang mencoba memanfaatkan peristiwa berita santunan ini untuk tujuan yang merugikan kerluarga korban, seperti penipuan," ujar Menag. 

Oleh karena itu, ia meminta keluarga korban hanya berhubungan dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Agama. 


Editor: Dani Hamdani

Dani Hamdani
18-09-2015 08:37