Main Menu

Menag: WNI Korban Insiden Mina Karena Tersesat

Ervan
25-09-2015 08:15

Jamaah haji yang menjadi korban terinjak-injak di Mina (AFP/STR)

Jakarta, GATRAnews - Setelah melaksanakan wukuf di Arafah dan Mabit (menginap) di Muzdalifah, jutaan jamaah haji, termasuk jamaah haji Indonesia,  kini  Mabit  di Mina. Kegiatan jamaah selama di Mina adalah melempar jumrah pada tanggal 10, 11, dan 12 Dzulhijjah untuk yang mengambil nafar awal, serta ditambah pada hari 13 Dzulhijjah bagi yang mengambil nafar tsani.

 

 

Terkait hal tersebut jamaah haji Indonesia  sudah diimbau untuk melempar jumrah sesuai dengan jadwal yang disampaikan petugas. “Saya selaku Amirul Haj mengimbau jamaah menaati jadwal (melontar jumrah), yaitu pada pagi setelah Subuh atau sore mendekati Maghrib,” kata Menag di Mina, Kamis (24/9) malam. 

 

Menurutnya,  korban insiden jamaah berdesak-desakan di Jalan Arab 204 terjadi di luar jadwal melontar jumrah jamaah haji Tanah Air. Insiden maut yang menewaskan ratusan jamaah itu juga berada di luar jalur yang seharusnya dilalui jamaah haji Indonesia ke lokasi melempar jumrah (jamarat).

 

Selain bertujuan untuk pengaturan arus, waktu-waktu melempar jumrah yang disediakan juga sudah mempertimbangkan aspek suhu panas udara di Mina. Dengan demikian, jamaah terhindar dari desak-desakan dan ketidaknyamanan di jamarat. 

 

Adanya insiden maut di jalur jamaah haji Mesir dan negara-negara Afrika lainnya, kata Menag, hendaknya memberikan pelajaran agar jamaah tidak tergesa-gesa menjalani salah satu ritual wajib haji tersebut. Apalagi, jalur 204 bukanlah jalur resmi jamaah haji Indonesia. 

 

“Jadi mungkin saja mereka tersesat atau terbawa arus kuat ke satu titik, sehingga tidak tahu arah dan masuk ke jalur yang bukan semestinya,” lanjut Menag. 

 

Sedikitnya 717 orang jamaah haji tewas akibat terinjak-injak di jalanan menuju jamarat. 3 diantaranya adalah jamaah asal Indonesia.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani  

 

 

 

Ervan
25-09-2015 08:15