Main Menu

Arsyad Hidayat: 225 Jamaah Indonesia Belum Kembali Sejak Tragedi Mina

Dani Hamdani
25-09-2015 19:17

Kadaker Mekah Kementrian Agama, Arsyad Hidayat (GATRAnews/Kemenag.go.id)

Mekah, GATRANews - Sebanyak 255 jemaah Indonesia dilaporkan belum kembali ke kelompok terbang (kloter) mereka masing-masing sejak insiden terinjak-injak di Jalan 204, Mina, menuju Jamarat atau tempat melontar jumrah, kemarin pagi.

 

Para jemaah yang belum kembali tersebut berasal embarkasi Batam (BTH014) sebanyak 14 orang, embarkasi Surabaya (SUB048) sebanyak 19 orang, dan Jakarta-Bekasi (JKS061) sebanyak 192 orang, kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Arsyad Hidayat, di Mekkah, Arab Saudi, Jumat.
 
 
Menurut Arsyad, ada banyak kemungkinan mereka belum kembali. "Mungkin ada yang tersesat setelah terjadi insiden tersebut, atau mereka kembali ke hotel tempat mereka di Mekah, karena lebih dekat daripada mereka kembali ke tenda di Mina," katanya. Meski, ada juga tidak tertutup kemungkinan mereka menjadi korban tragedi pada Kamis pagi tersebut.
 
 
Pemerintah sendiri, hingga Jumat siang masih berkukuh jumlah korban wafat dalam tragedi Mina 2015 ini tigaDua korban wafat sudah ada yang berhasil diidentifikasi petugas, yaitu Busyaiyah Sahrel Abdul Gafar dari kloter BTH 14 asal Pontianak Kalimantan Barat dan Hamid Atwi Tarji Rofia dari kloter SUB 48 Probolinggo.


Keduanya bisa dikenali berdasarkan gelang identitas dan kecocokan foto yang ada di tangan petugas. Istri korban Hamid Atwi juga sudah mendapat informasi itu dan membenarkan data-data tentang sang suami.

Adapun satu korban lainnya masih dalam identifikasi karena tidak ditemukan gelang dan petunjuk identitas apapun yang dibawa oleh jenazah. Jenazah tersebut kini berada di Rumah Sakit Mina Al-Jisr. 

 
 
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang berada di Arab Saudi terus mengintensifkan untuk identifikasi korban.

"Petugas bekerja 24 jam untuk menjalin komunikasi ke beberapa rumah sakit yang ada di Mina dan Mekah untuk mengidentifikasi korban kecelakaan pada pagi kemarin itu," kata Menag Lukman dalam keterangan tertulisnya, Jumat.


Berdasarkan kunjungan ke salah satu rumah sakit yang dijadikan tempat rujukan para korban, Menag mengatakan kondisi rumah sakit masih ramai dengan status penanganan darurat, karenanya proses pencocokan data-data korban membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Kendati demikian, Menag memastikan sudah ada petugas yang ditempatkan untuk mendata korban, khususnya korban yang berasal dari jemaah Indonesia. 


Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
25-09-2015 19:17