Main Menu

Setya Novanto Cerita Soal Susahnya Menengok Korban Tragedi Mina

Ervan
30-09-2015 17:17

Ketua DPR RI Setya Novanto (GATRA/Jongki Handianto)

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) menceritakan pengalamannya menerobos ketatnya penjagaan kerajaan sesaat setelah kabar tragedi di Mina yang memakan banyak korban. Seperti diketahui, Setnov bersama rombongan seperti Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah beserta Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini mendapat undangan dari Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz.

Pihak kerajaan ternyata tidak memperbolehkan para tamunya keluar masuk Istana sembarangan. Agar diizinkan keluar, Setnov cs membohongi pihak protokoler, bahwa mereka hendak mencari makan di luar karena bosan dengan makanan di Istana.

Setelah akhirnya diizinkan, rombongan tidak diberi fasilitas kendaraan dan harus berjalan sejauh tujuh kilometer untuk mencari korban dari Indonesia. "Kita jalan kaki, bagaimana menerobos ke tempat kejadian...itu makan waktu panjang dan menemukan beberapa orang Indonesia kesasar," ujar Setnov di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9).

Rombongan malah menemukan kondisi yang makin ekstrim karena sudah banyak tentara Saudi yang berpatroli. Mereka lagi-lagi harus berbohong berkali-kali agar bisa tetap "berkeliaran" di luar Istana.

Setelah sampai di lokasi tempat koran Tragedi Mina dirawat, lagi-lagi rombongan tertahan karena dilarang masuk oleh petugas Rumah Sakit Emergency Mina. Mereka pun akhirnya harus menyusup dengan berjalan di samping mobil tentara yang masuk ke RS. "Maka kita jalan di sampingnya (mobil tentara), kita menerobos tempat itu susah," ungkap Novanto.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Nur Hidayat   

Ervan
30-09-2015 17:17