Main Menu

Pesan Khusus Khofifah Dari Tanah Suci Makkah

Nur Hidayat
04-09-2017 21:26

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (GATRA/Agriana Ali/HR02)

Mekkah, GATRAnews - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sedang menunaikan ibadah haji. Sudah tujuh hari, Khofifah berada di Tanah Suci Mekkah. Banyak hal yang ia temukan dan memantik kesadaran.

Salah satunya, Khofifah mengaku merasa diingatkan Allah SWT agar lebih keras lagi dalam menyelesaikan berbagai problem sosial di Tanah Air. Ketika tiga hari pertama di Masjidil Haram, Khofifah mengaku agak heran karena tidak seperti biasanya dia sering mendengar anak-anak menangis bersahutan.

Pun demikian saat di Mina, Khofifah bahkan terlihat sedih sekali ketika melihat berderet ibu-ibu membawa bayi sambil meminta-minta. “Problem perlindungan anak agaknya harus kita dengungkan lebih keras lagi,” kata Khofifah seperti yang disampaikan Staf Khusus Mensos, Prof M Mas’ud Said PhD, saat ditanya wartawan adakah pesan Mensos dari Tanah Suci (3/9).  

Khofifah lantas teringat pada 2003 saat ditunjuk sebagai ketua tim panitia seleksi KPAI pertama. Kebetulan saat itu dia sedang menunaikan ibadah umroh. “Di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi, saya banyak diperlihatkan berbagai problem perlindungan anak,” ujarnya.   Khofifah juga merasa diingatkan agar mengajak semuanya untuk lebih menyayangi anak-anak, tanpa kekerasan dalam mendidik.

Ceritanya, kemarin, saat shalat Ashar, ada ibu muda membawa anak umur sekitar satu tahun. Menjelang shalat, anak tersebut mengambil sekitar lima cangkir plastik yang biasa dipakai minum air zam-zam di seluruh area masjidil haram. Bocah yang terlihat lucu dan sehat itu lantas menunjukkan cangkir itu kepada Khofifah. Sembari tersenyum dan mengangkat kedua jempolnya, Khofifah membalas sapaan anak tersebut. Mendapat sapaan hangat, si bocah semakin terlihat bersahabat dengan Khofifah.



Saat shalat berlangsung, ternyata si bocah mengambil lebih dari 40 cup lalu dihamburkan di lantai masjid dan dibuat mainan. Saat itu suasana masjid relatif longgar karena jamaah haji masih terkonsentrasi di Mina. Selepas shalat, datanglah petugas perempuan masjid sambil teriak: Hadza musykilah.. Hadza musykilah… (Ini bikin masalah). Melihat anaknya bikin ‘masalah’, sang ibu lalu merapikan cup yang berserakan dengan penuh kasih sayang, meski cup tersebut tak bisa dipakai lagi.

Satu hal yang membahagiakan Khofifah sekaligus dirasakan sebagai peringatan agar lebih keras menyelesaikan problem sosial, ketika memasuki waktu shalat maghrib di Masjidil Haram. Dia melihat seorang ibu dari Myanmar dengan pakaian dan mukenah yang sangat sederhana. Khofifah bersyukur karena tawarkan mukena yang dipakainya bersambut. Sambil tersenyum, Khofifah langsung memakaikannya dan ibu tersebut terlihat bahagia.   “Saya membayangkan betapa berat kehidupan beragama bagi muslim di Myanmar saat ini,” kata Mas’ud menirukan penuturan Khofifah.


Reporter: Abdul Hady

Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
04-09-2017 21:26