Main Menu

Kementan Kembangkan Lahan Pekarangan untuk Penuhi Kebutuhan Pangan Keluarga

Iwan Sutiawan
06-09-2018 14:58

Areal pertanian (ANTARA/Str-Hari Atmoko/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Dalam upaya memantapkan ketahanan pangan keluarga, sejak tahun 2010 Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang hingga kini tersebar di 18.000 desa di 34 provinsi.

 

Pengembangan pertanian dengan memanfaatkan pekarangan ini selain untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, juga untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

Salah satu KRPL cukup pesat kemajuannya adalah yang dikembangkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mertanadi di Desa Tiying Gading, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Bali. Walaupun KWT ini baru dibentuk Maret 2018, namun perkembangannya cukup pesat.

"Dengan KRPL yang kami kembangkan, anggota kami mampu menghemat belanja pangan untuk rumah tangga sekitar Rp500 ribu setiap bulannya. Jika dihitung 30 anggota, kami bisa menghemat belanja sebesar Rp15 juta," ujar Ketua Ni Nyoman Sukani, KWT Mertanadi di kebun KWT Mertanadi, Rabu (5/9).

KWT binaan Dinas Ketahanan Pangan Bali ini sudah melakukan panen sejak Mei sampai Agustus. Dari hasil penjualan sayuran maupun bibit tanaman, telah terkumpul sebesar Rp 2,5 juta. Aneka tanaman yang diusahakan adalah cabai, tomat, terong, pare, labu siam, jahe, kacang panjangn dan juga memelihara itik.

Kepala BKP, Agung Hendriadi yang berkunjung ke lokasi pun mendorong kegiatan tersebut untuk terus ditingkatkan. "Saya mengharapkan, keberhasilan KRPL ini tidak membuat cepat merasa puas dan selesai sampai di sini. Tapi terus dikembangkan dan berkelanjutan, sehingga benar-benar lestari," ujarnya.

Menurut Agung, KRPL akan bisa berkelanjutan jika mendorong penghasilan bagi setiap anggota yang mengerjakan KRPL. "Kalau ada tambahan pendapatan, tentu terus semangat," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BKP Tri Agustin selaku pembina KRPL, mengharapkan lahan usaha jenis tanaman dan anggotanya terus bertambah.

"Kalau sekarang anggotanya baru 30 orang, ke depannya saya harapkan sudah bertambah menjadi 40 orang dan terus bertambah. Begitu juga dengan lahan usaha dan jenis tanaman harus bertambah banyak," ujar Tri.

Selama ini, Kementan sudah memberikan bantuan Rp 50 juta per KWT untuk pengembangan KRPL. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan Kebun Bibit Desa, demplot, pengembangan pekarangan, pengembangan kebun sekolah, dan sosialisasi pengolahan pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA).

Bantuan ini diberikan sebagai stimulan untuk memotivasi masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan, di mana Indonesia memiliki potensi lahan pekarangan seluas 10,3 juta hektare.

Iwan Sutiawan
06-09-2018 14:58