Main Menu

Kementan Remajakan Sawit Rakyat Demi Tingkatkan Pendapatan Petani dan Devisa

Iwan Sutiawan
10-09-2018 19:35

Mentan Andi Amran Sulaiman meninjau pengoperasian alsinta (Dok. Kementan/re1)

Jambi, Gatra.com - Kementerian Petanian (Kementan) melakukan Peremajaan Kelapa Sawit di Desa Ujung Tanjung, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, pada Senin (10/9). Peremajaan merupakan bagian untuk menjaga sawit sebagai komoditas strategis nasional agar bisa tetap berkelanjutan.

 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang hadir bersama Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Rizal Djalil di Jambi, menyampaikan, secara nasional terdapat 14,03 juta hektare lahan sawit di Indonesia, dengan luasan sawit rakyat 5,61 juta hektare dan 2,4 juta hektare di antaranya perlu peremajaan.

"Sawit masih menjadi komoditas ekspor terbesar Indonesia dengan volume ekspor 2017 sebesar 33,52 juta ton CPO senilai US$ 21,26. Tindakan peremajaan ini sangat penting dilakukan untuk menjaga produktivitas sawit, dan yang terpenting untuk keberlangsungan pendapatan petani di masa depan," kata Amran.

Jambi menjadi salah satu provinsi yang menerima dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Badan yang dikelola oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu)tersebut menghimpun dana dari ekspor CPO yang harganya telah melebihi US$750 per metric ton, dengan pungutan sebesar sebesar US$ 50 per metric ton. Dana tersebut tidak menjadi bagian yang dibebankan pada harga tandan buah segar (TBS) yang dibayarkan kepada petani.

Dari data Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan, di Jambi terdapat 789 ribu hektare lahan sawit yang 578 ribu hektare di antaranya adalah sawit rakyat. Dari jumlah itu, ada 63 ribu yang perlu di-replanting atau diremajakan. Tahun 2018 ini, Pemerintah Pusat menargetkan peremajaan di Jambi seluas 20 ribu hektare lahan sawit, tapi kesiapan Pemda Jambi baru 15,7 ribu hektare.

"Ini adalah kesempatan, pemerintah sedang memberikan perhatian kepada petani, seharusnya Pemda dan petani merespons dengan baik. Selain Jambi, tahun 2018, peremajaan ditargetkan menjangkau 185 ribu hektare di 20 provinsi dan 75 kabupaten. Kebutuhan benih diprediksi bisa mencapai 27,7 juta batang yang dipasok dari 17 industri benih nasional," ujar Amran.

Kementan sebagai anggota komite pengarahan mendapat tugas untuk kegiatan peremajaan, penyediaan sarana dan prasarana, sumber daya manusia (SDM), serta penelitian dan pengembangan. Oleh karena itu, sesuai tugas dan fungsinya, maka Kementan memberikan rekomendasi teknis dalam kegiatan peremajaan sawit rakyat tersebut.

"Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan mengapa peremajaan ini harus dilakukan,
dipertimbangkan kenapa peremajaan tersebut perlu dilakukan, antara lain usia tanaman sudah di atas 25 tahun," katanya.

Lalu, lanjut Amran, produktivitas tanaman rendah yakni di bawah 10 ton TBS per hektare per tahun, dan berasal dari benih illegitim atau tidak bersertifikat. "Jadi pemilihan benih pun harus tepat, karena kalau keliru dampaknya sampai dengan 25 tahun," ujar Amran.

Rekomendasi Kementan untuk bantuan dana peremajaan kelapa sawit di Jambi, sampai saat ini sudah berhasil mencairkan dana peremajaan untuk lahan seluas total 889,7 ribu hektare dengan total dana Rp22,2 miliar. Dana tersebut diterima oleh 5 koperasi khusus untuk Kabupaten Merangin, Kabupaten Muaro Jambi, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Adapun dana tersebut disalurkan kepada kelompok tani KUD Hitam Jaya di Kabupaten Merangin seluas 139,18 hektare, kelompok tani KUD Sarana Makmur di Kabupaten Merangin seluas 222 hektare, kelompok tani KUD Tani Makmur di Kabupaten Merangin seluas 190 hektare, kelompok tani KUD Tandan Buah Segar di Kabupaten Muaro Jambi seluas 167,75 hektare, kelompok tani KUD Sawit Kita di Kabupaten Tanjung Jabung Barat seluas 171,7 hektare.

"Khusus untuk Kabupaten Muaro Jambi dilakukan peremajaan seluas 167,75 hektare dengan nilai bantuan Rp4,1 miliar. Mereka yang menerima bantuan sudah memenuhi kriteria, termasuk harus tergabung dalam Kelompok Tani, Gapoktan, Koperasi dan kelembagaan lainnya, serta kriteria lain yang sudah ditentukan," beber Amran.

Selain peremajaan Sawit, pada kesempatan tersebut Kementan juga menyerahkan bantuan kepada Kabupaten Muaro Jambi berupa benih kopi Liberika sebanyak 31.000 batang dan Kompos sebanyak 89.900 Kg kepada 4 kelompok tani.

Kementan juga memberi bantuan benih karet untuk kegiatan peremajaan karet di Kabupaten Batanghari seluas 100 hektare sebanyak 50.000 batang, dan Kabupaten Sarolangun untul lahan 290 hektare sebanyak 145.000 batang.

Lalu, bantuan benih kelapa untuk kegiatan peremajaan tanaman kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur seluas 430 hektare sebanyak 51.600 batang, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat (300 hektare) sebanyak 36.000 batang. Benih jagung hibrida untuk lahan seluas 1.400 hektare sebanyak 21 ton dua kelompok tani.

Sejumlah bantuan berupa alat mesin pertanian (alsintan) yang juga diberikan kepada sejumlah kelompok tani adalah combine harvester ukuran sedang, combaine harbester ukuran kecil, power tresher, dan corn seller. Sementara itu, secara simbolis Amran juga memberikan tractor, cultivator, dan pompa air untuk beberapa kelompok tani.

Iwan Sutiawan
10-09-2018 19:35