Main Menu

Evelyn: Penting Bangun Kemandirian Anak

Tian Arief
31-10-2015 22:57

Evelyn Dita Christina (GATRAnews/Tian Arief)

Depok, GATRAnews - Membangun kemandirian anak itu penting, sebab hal itu akan membantunya di kehidupannya kelak. "Untuk mengajarkan anak mandiri, ajarkan hal-hal yang kita bisa. Bagaimana sesuatu bisa diajarkan jika orangtuanya saja tidak paham?" ujar Evelyn Dita Christina, konsultan pendidikan di Yayasan Indonesia Peduli Anak Berkebutuhan Khusus (YIPABK), dalam seminar "Membangun Kemandirian", di Depok, Sabtu (31/10).

Evelyn mengatakan, dalam mengajarkan kemandirian bagi anak berkebutuhan khusus, jika sulit dilakukan, bisa dipilah-pilah (di-breakdown) satu per satu, agar lebih mudah dipahami. Dia mencontohkan, mengajari anak mengenakan pakaian sendiri. "Kalau belum bisa menggunakan celana yang berkancing, ajarkan celana dengan karet terlebih dulu, biar lebih mudah. Jika belum bisa menggunakan sepatu bertali, ajarkan dulu sepatu tanpa tali," tutur alumnus program Master of Science in Special Education in Advocacy and Community Integration dari University of Kansas Amerika Serikat itu.

Jika anak berhasil melakukan apa yang diinstruksikan, tutur Evelyn, jangan lupa memberinya reward atau hadiah, sebagai bentuk apresiasi bagi si anak. Apresiasi itu bisa berbentuk kata-kata pujian, atau berupa barang atau makanan kesukaannya.

Dalam membangun kemandirian itu, lanjutnya, ada yang disebut Self-Determination, yaitu kegigihan dalam membuat pilihannya sendiri dan bertanggung jawab atas pilihannya tersebut. Misalnya, memilih baju sendiri. Jika anak belum bisa memilih sendiri, Evelyn memberi tips, orangtua bisa mempersempit pilihannya menjadi hanya dua pilihan, apakah baju A atau B.

"Penting sekali untuk memberi pilihan anak sejak kecil, sekaligus mengajarkan anak bertanggung jawab atas pilihannya tersebut," ujarnya.

Selain itu, Evelyn menyarankan agar orangtua memberi kesempatan kepada anak untuk belajar melakukan aktivitas sehari-hari, dimulai dari hal-hal yang kecil, misalnya melipat baju sendiri. Sebab, hal itu kelak akan berguna bagi si anak.

Dalam pembelajaran, ujarnya, baiknya diterapkan konsep errorless learning, yaitu pada pembelajaran tak ada kesalahan. Artinya, kalau anak berbuat salah, tidak apa-apa. Namanya juga belajar. "Tapi buat dulu konsep sebelum dia mengerjakan sesuatu. Baru setelah itu dikasih reward," kata Evelyn.

Evelyn menambahkan, orangtua perlu mengakui kesuksesan yang sudah dicapai anak, sebab itu penting bagi anak. "Kesuksesan itu di-celebrate, diakui. Celebrating moment bisa membangun kepercayaan diri mereka," ucap Evelyn di hadapan para orangtua dan guru anak berkebutuhan khusus.


Reporter: Tian Arief

Tian Arief
31-10-2015 22:57