Main Menu

Ketua DPR: Harga Rokok Rp.50 Ribu Tak Ganggu Nasib Petani Tembakau

Wem Fernandez
19-08-2016 18:11

Tembakau (ANTARA/Adeng Bustomi/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Ade Komarudin meyakini, usulan kenaikan harga rokok Rp.50 ribu/bungkus tidak mengganggu nasib petani tembakau. 

 

“Saya meyakini itu tidak mengganggu petani tembakau. Untuk mereka dapat seperti sedia kala bekerja di sektornya sesuai dengan profesi yang dipilihnya selama ini,” jelasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat, (19/8). 

 

Pemerintah saat ini sedang mendengarkan usulan kenaikan harga tersebut dan mengkaji penyesuaian tarif cukai rokok sebagai salah satu instrumen harga rokok. 

 

Politisi Golkar yang akrab dipanggil Akom ini pun sepakat jika harga rokok naik menjadi Rp. 50 ribu/bungkus. Kenaikan ini akan memicu tingkat konsumsi rokok masyarakat menjadi rendah. 

 

“Ini untuk mengurangi masyarakat agar rokok tidak lagi jadi musuh bangsa. Selain itu sebagai salah satu langkah agar semakin hari masyarakat tidak banyak yang konsumsi karena tidak sehat,” ucap Akom. 

 

Disamping itu, dampak positif yang akan diterima adalah naiknya pendapatan negara dari hasil cukai rokok. Harga rokok selama ini rata-rata dibawah Rp. 20 ribu. Dengan harga yang relatif murah ini diyakini sebagai pemicu tingginya angka perokok aktif di masyarakat. 

 

Hasil studi yang dilakukan oleh Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menyebutkan, sejumlah perokok akan berhenti merokok jika harganya dinaikan dua kali lipat. Dari 1000 orang hasil survei, 72 persennya akan berhenti jika harga rokok Rp. 50 ribu. 


Reporter : Wem Fernandez  

Editor: Dani Hamdani  

Wem Fernandez
19-08-2016 18:11