Main Menu

Terkait Zika, Pemerintah Terbitkan Travel Advisory ke Singapura

Fitri Kumalasari
01-09-2016 21:11

Pengasapan untuk mencegah penyebaran virus Zika di Singapura (AFP/Roslan Rahman/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Indonesia mengeluarkan travel advisory (peringatan perjalanan) terkait infeksi zika di Singapura. "Kami telah keluarkan travel advisory ini melalui Kementerian Luar Negeri untuk dapat disebarluaskan. Ini merupakan bentuk perlindungan kepada masyarakat Indonesia agar tidak terjangkit virus Zika," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi dalam rilis yang diterima Gatra, Kamis (1/9).  

 

Travel advisory itu berlaku bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya bagi WNI yang akan berkunjung atau baru kembali dari negara terjangkit, seperti Singapura. Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan telah terjadi beberapa kasus virus Zika di negeri Singa.

 

WNI yang saat ini tengah berkunjung ke daerah dengan penyebaran virus Zika, dianjurkan untuk menghindari diri dari gigitan nyamuk. Berbagai cara yang dapat dilakukan,yaitu mengenakan pakaian yang menutup lengan dan tungkai, menggunakan obat oles anti nyamuk, dan tidur menggunakan kelambu atau tidur dalam kamar dengan jendela dan ventilasi memakai kassa anti nyamuk. Selain itu dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila jatuh sakit.

 

Bagi wanita hamil dianjurkan untuk tidak berkunjung ke daerah-daerah yang diketahui sedang mengalami penyebaran virus Zika. Apabila terpaksa harus melakukan perjalanan ke daerah, hendaknya melakukan tindakan pencegahan dari gigitan nyamuk secara ketat. Sedangkan bagi wanita yang merencanakan kehamilan, sebaiknya menunda selama 8 minggu pasca kepulangan dari daerah tersebut.

 

Bagi siapa saja yang baru kembali dari daerah yang diketahui telah terjadi penyebaran virus Zika, kata Oscar,  diminta untuk memeriksakan kondisi kesehatannya dalam 14 hari setelah tiba di Indonesia dan segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami keluhan atau gejala demam, ruam kulit, nyeri sendi dan otot, sakit kepala dan mata merah. Kepada dokter pemeriksa, pelaku perjalanan hendaknya menjelaskan riwayat perjalanannya dari daerah yang diketahui telah terjadi penyebaran virus Zika.

 

Di wilayah pelabuhan (laut/ udara/ darat) yang mempunyai akses dengan negara terjangkit, upaya pengendalian Vektor dilakukan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).


Reporter: Fitri Kumala Sari.

Editor: Aries Kelana

 

Fitri Kumalasari
01-09-2016 21:11