Main Menu

Juri Nobel Kedokteran Tercemar Skandal

Aries Kelana
09-09-2016 21:08

Harriet Wallberg-Henriksson dari Karolinska Institut, Swedia (dokumentasi Sciencemag.org)

Jakarta, GATRANews - Peraih Nobel Kedokteran tahun ini akan diumumkan 3 Oktober mendatang. Dewan Juri yang terdiri dari 50 profesor pilihan dari belahan dunia akan menentukan siapa peneliti yang pantas memenangkan tropi bergengsi yang dihelat oleh Dewan Nobel, Swedia. Namun, sebelum nama juara diumumkan, lembaga tersebut diguncang skandal.


Menteri Pendidikan Tinggi dan Riset Swedia Helena Hellmark Knutsson meminta Harriet Wallberg-Henriksson dan Anders Hamsten mundur dari dewan juri Nobel. Keduanya adalah mantan mantan rektor Insitut Karolinska. Selain itu mereka yang aktif di lembaga riset Institut Karolinska dan Rumah Sakit (RS) Karolinska, selama bekerjasama dengan Macchiarini juga mundur dari lembaga tadi. 

 

Lalu apa dosa Wallberg-Hamsten? Mereka dianggap bertanggung jawab karena memekerjakan Profesor Paolo Macchiarini di rumah sakit itu. Wallberg adalah rektor yang memimpin rekruitmen Macchiarini, sedangkan Hamsten membela hasil riset Macchiarini. “Kami juga meminta semua anggota dewan yang aktif ketika Macchiarini dipekerjakan juga mengundurkan diri,” ujar Knuttson seperti dikutip situs bbc.com, (7/9/2016).


Pernyataan keras tersebut dikeluarkan karena Knuttson tak ingin reputasi lembaga yang sudah tersohor di seantero dunia bertahun-tahun, rusak gara-gara kasus ini. “Berita skandal itu benar. Banyak orang telah dirugikan oleh Institut Karolinska dan RS Karolinska,” ujarnya. “Jika tidak mau mundur, mereka harus diganti.”


Permintaan tersebut pun sudah disampaikan beberapa anggota dewan juri sebelumnya. Sekretaris Dewan Nobel Thomas Perlman telah diminta mundur. “Ini seperti krisis kepercayaan,” ujarnya. Perlman menjamin tak ada 2 orang itu dalam penjurian kandidat peraih Nobel Kedokteran. Namun sejauh ini, belum ada pembelaan dua tertuduh tadi.

 

Skandal tersebut mulai disuarakan Maret silam. Ketika itu sejumlah media Eropa menyebut kedua orang tersebut dalam kasus pelanggaran ilmiah Macchiarini. Hamsten bahkan yang membela dengan mengatakan Macchiarini bebas dari tuduhan.

 

Adapun Macchiarini dianggap melakukan pelanggaran etika berupa penipuan dalam penelitiannya. Ia melakukan ujicoba cangkok trakea yang berasal dari sel punca dan sintetis. Tetapi yang menjadi persoalan, ujicoba itu dilakukan pada orang sehat pula.

 

Sebanyak 6 dari 8 pasien ujicoba meninggal dunia pasca cangkok kontroversial tadi. Malahan 3 orang yang menjalani terapi teranyar tadi sebenarnya tidak menderita sakit. Kesalahan lain: ia tidak mau memenuhi gugatan ganti rugi dari keluarga pasien yang meninggal dunia, dan meminta bayaran terhadap pasien padahal operasi itu berkaitan dengan riset.

 

Pemecatan Hamsten dan Wallberg-Henriksson adalah sebuah langkah tepat, kata Bo Risberg, seorang professor emeritus bedah pada University of Gothenburg di Sweden. Sebelumnya Risberg malah mengusulkan agar pembagian Nobel kesehatan tahun ini dibatalkan saja, dan uang hadiah didonasikan pada pasien dan keluarga korban Macchiarini.

 

Keputusan itu, menurutnya, sebuah langkah tepat, karena. “Hadiah Nobel dan Karolinska itu teramat intim, khususnya dalam pemilihan calon pemenang Nobel dari luar Swedia," Ujarnya.

 

Isu Macchiarini, lanjutnya, seperti dilaporkan sciencemag.org, "Skandal terbesar yang pernah terjadi dalam dunia kesehatan di Swedia. Ini berdampak pada hadiah Nobel juga." 


Penulis: Aries Kelana

Editor: Dani Hamdani  

 

Aries Kelana
09-09-2016 21:08