Main Menu

Ini Tip Menghindari Cacat Karena Stroke

Wanto
09-10-2016 17:19

Jakarta, GATRAnews - Stroke merupakan salah satu penyakit penyebab utama kematian di Indonesia. Meski demikian, angka kejadian penyakit stroke terus meningkat. Salah satu penyebabnya, masyarakat masih kerap mengabaikan pengendalian tekanan darah tinggi atau hipertensi yang merupakan faktor risiko yang mendominasi kejadian stroke.


Spesialis Neurologis Siloam TB Simatupang dr. Peter Gunawan Ng, SpS, FAf Neurologir memaparkan beberapa fakta terkait stroke. Tidak sedikit masyarakat menyadari bahwa kesehatan saraf perlu diwaspadai sejak usia dini. Minimnya kesadaran masyarakat dapat berdampak serius, misalnya terjadi sumbatan pembuluh darah bisa mengakibatkan gangguan suplai darah ke otak.

“Jika kita bicara Stroke, kita bicara Waktu,” ujarnya dalam media gathering di Audiotorium Siloam TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (5/10).

Perlu diketahui, stroke merupakan penyebab kecacatan atau disabilitas nomor satu di Indonesia.

Dr. Peter Gunawan menjelaskan, stroke merupakan gangguan fungsi otak atau gangguan suplai darah ke otak secara mendadak, disebabkan semata-mata oleh gangguan pembuluh darah di otak dan dapat mengakibatkan kematian.

Secara umum, ada dua macam stroke, yakni Stroke trombholitic atau yang dikenal dengan stroke penyumbatan dan Stroke Hemoragic atau yang dikenal dengan stroke perdarahan.

Dr. Peter menyebutkan perlunya mewaspadai terhadap beberapa faktor-faktor risiko terjadinya stroke, antara lain usia. Semakin tua seseorang, risiko serangan stroke makin tinggi.

Selain itu, faktor tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol tinggi, Sleep Apneu atau mendengkur, kegemukan, gangguan irama jantung. Gangguan irama jantung yakni atrial fibrilosis berisiko lima kali lebih besar terjadi stroke. Serta kebiasaan merokok dan minum alkohol.

Namun Dr. Peter Gunawan Ng, SpS menekankan, masyarakat perlu mengenali gejala stroke yang dikenal dengan F.A.S. T. Yakni: Face (Wajah mencong/tidak simetris), Arm (lengan lemas, tidak bertenaga), Speech (Bicara cadel/pelo). Jika menemukan gejala tersebut, ingat TIME, jangan buang waktu, hubungi ambulance 1 500 911. 

Dr. Peter juga mengingatkan, Golden Hours period pada serangan stroke hanya 3 sampai 4,5 jam saja.

Peter menjelaskan, Golden period penanganan stroke adalah waktu yang tepat dan cepat dalam menangani stroke yang menyerang secara tiba-tiba, masa di mana serangan stroke harus ditangani 3 jam sampai 4,5 jam setelah stroke menyerang.
 
Pada kasus stroke penyumbatan, jika pasien ditangani dengan benar dalam masa golden hours, maka penderita masih bisa terhindar kecacatan atau stroke yang lebih berat.

“Trombolysis merupakan terapi yang akan dilakukan pada golden period stroke,” ujar dokter Peter.

Di saat itu, tindakan thrombolysis berguna untuk melepaskan sumbatan yang ada di pembuluh darah otak. Siloam TB Simatupang merupakan salah satu rumah sakit yang melayani dan memiliki fasilitas ruang khusus bagi penderita stroke (Stroke Unit).


Reporter: Wanto
Editor: Arief Prasetyo

Wanto
09-10-2016 17:19