Main Menu

Langsing Bukan Berarti Sehat dan Tidak Berlemak

Gandhi Achmad
24-10-2016 15:59

Healthy Consultant dr. Andy Kuswara Permana (Dok GATRAnews/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Pada saat membicarakan orang berlemak, otomatis pikiran pasti mengacu kepada masalah kelebihan berat badan atau obesitas. Padahal, fakta tersebut kurang tepat. Jadi orang yang langsing pun, ternyata juga memiliki potensi berlemak dan kurang sehat.

 

 

Menurut dr Andy Kuswara Permana, Healthy Consultant yang memiliki 10 cabang Nutrition Club di Tangerang, Jepara dan Kudus ini mengatakan, kalau orang langsing belum tentu bebas lemak. “Banyak orang yang bilang ke saya, 'Saya nggak merasa gemuk, nggak mungkin saya berlemak,' padahal belum tentu,” katanya kepada GATRAnews, Senin (24/10).

 

Kenapa bisa begitu ? Karena banyak orang tidak sadari, memiliki kadar lemak tinggi juga bisa seperti orang normal. Menurut Andy, ada dua macam lemak yang perlu diketahui. Pertama, lemak dibawah kulit atau subcutaneous fat.

 

Lalu kedua, adalah lemak visceral. “Ini adalah lemak yang berada di sekitar rongga badan diantara organ-organ vital badan seperti jantung, hati, ginjal dan lainya,” ucap Andy.

 

Lemak visceral inilah, justru merupakan lemak yang lebih berbahaya. Pasalnya, jenis lemak ini merupakan menjadi pemicu utama dalam masalah kesehatan seperti terkena serangan jantung, stroke, hipertensi, beberapa jenis kanker, dan lainya.

 

Jadi, meskipun ada dua orang langsing dan mereka memiliki ukuran lingkar pinggang yang sama, namun, ada kemungkinan lemak visceral yang mereka miliki berbeda. “Orang-orang yang memiliki lemak tersebut, adalah TOFI atau thin outside fat inside. Atau Langsing diluar tapi gemuk didalam,” kata Andy.

 

Menurut Andy, semua itu tergantung dengan kadar lemak seseorang. Jadi, makin tinggi usia seseorang maka kadar normalnya makin tinggi. “Jadi, kadar lemak normal untuk pria usia di bawah 30 tahun itu 22%, sedangkan kadar lemak normal wanita usia di bawah 30 tahun itu 28%,” ungkapnya.

 

Sehingga, kalau ada pria usia 28 tahun saja memiliki kadar lemak hingga 23% itu sudah termasuk berlebih. Lalu berita buruknya adalah, lemak visceral ini tidak bisa dihilangkan hanya dengan berolahraga. “Kalau hanya berolahraga, yang hilang hanya lemak dibawah kulit atau subcutaneous fat.” tutur Andy.

 

Nah, untuk menghilangkan lemak visceral, menurut pria kelahiran Tangerang 11 september 1984 ini, hanya bisa dilakukan dengan pola makan yang baik dan nutrisi harian yang tepat seimbang.

 

Untuk memenuhi hal tersebut, dibutuhkan lima hal yaitu :

1. Menjaga kalori.

2. Protein seimbang.

3. Rendah lemak, gula dan garam.

4. Tinggi vitamin dan mineral.

5. Minum air putih yang cukup.


 

Editor : Gandhi Achmad

Gandhi Achmad
24-10-2016 15:59