Main Menu

Penderita AIDS Purbalingga Bakal Dapat Pelatihan Kerja

Rosyid
14-06-2017 14:47

Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi. (Foto: GATRAnews/Ridlo Susanto/AK9).

Purbalingga, GATRAnews – Penderita ODHA (Orang Dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV)/ Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)) di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah bakal mendapat pelatihan kerja dari Dinas Ketenagakerjaan setempat.

 

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Purbalingga, Henir Ruslanto mengatakan hal itu merupakan upaya untuk mendorong aksesabilitas yang sama terhadap pendidikan ketrampilan yang dilakukan pemerintah. Tahun ini, KPAD meminta Dinas ketenagakerjaan menyediakan satu kelas khusus untuk Orang dengan HIV/Aids (ODHA).


"Kami diberi jatah satu kelas untuk peningkatan keterampilan kerja, namun syaratnya minimal terkumpul 16 orang dan baru terkumpul 14 orang, nantinya juga dilakukan tanpa seleksi dan kemungkinan dilaksanakan setelah lebaran,” jelas Heni, Rabu (14/6).


Terkait pencegahan penularan, Heni mengatakan upaya pencegahan dan penanggulangan akan terus disosialisasikan pada kelompok masyarakat, terutama kelompok masyarakat Desa."Apa itu HIV AIDS, penyebarannya dan penanggulangannya bagaimana, masih minim pemahaman, dan harus dijelaskan, jika sudah mengerti harus memeriksaan diri secara dini, terutama bagi mereka yang beresiko karena perbuatannya di masa lampau," ujarnya.


Sementara, Wakil Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, Pemda Purbalingga berkomitmen  untuk  membuat kampung sehat mandiri sehat peduli HIV. Dari satu kampung peduli HIV itu, diharapkan bakal berkembang kampung peduli HIV yang lain di seluruh Purbalingga.

"Kami merancang kampung sehat mandiri sehat peduli HIV, di Desa Losari Kecamatan Rembang tepatnya, dan harapannya merambah keseluruh desa di Kabupaten Purbalingga untuk ada sosialisasi sekaligus mengedukasi masyarakat untuk  pencegahan HIV," kata Wabup.


Dyah juga meminta agar ODHA tak berkecil hati. Sebab, tiap manusia memiliki harapan dan semangat hidup. Kata dia, Pemda bersama KPAD Purbalingga serta OPD terkait selalu berupaya untuk memberikan sosialisasi terkait HIV kepada masyarakat.


"Memang tidak mudah mengubah mindset atau stigma  masyarakat terkait ODHA, namun kami akan terus berupaya, pelan tapi pasti dengan sosialisasi yang intensif tentang HIV dan penyebarannya sehingga tidak lagi terjadi deskriminatif kepada penderita," ungkapnya.

Terkait Distribusi obat yang bisa menekan perkembangan HIV/AIDS, Antiretroviral (ARV), Kepala Dinas Kesehatan Hanung Wikantono mengatakan pendistibusian obat yang dapat menekan perkembangan  HIV dalam tubuh tersebut masih lancar. Di Purbalingga, pihaknya mengklaim memiliki data yang valid agar tak terjadi kesalahan dalam pendistribusian.

"Kemenkes belum mengeluarkan kabar resmi,  kalau terhambat sedikit dari provinsi , mungkin sedang  di data, untuk pengendalian dan pengawasan,” kata Hanung.


Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Rosyid

Rosyid
14-06-2017 14:47