Main Menu

Aplikasi Baru Penyakit Asam Lambung Diluncurkan

Aries Kelana
17-11-2017 18:07

Peluncuran Aplikasi GERDO. (Dok GATRA/AK9)

Jakarta, Gatra.com -- Anda punya masalah dengan penyakit asam lambung seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)? Apakah Anda ingin mendeteksi dan memonitornya? Jika tidak usah lama-lama. Cukup mengunduh aplikasi mobile GERDQ. Aplikasi ini buah ciptaan Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI) bareng PT AstraZeneca Indonesia.

 

Aplikasi tersebut diluncurkan di Fraser Residence Menteng, Kuningan, Jakarta Pusat. Dalam jumpa pers tersebut, Dr. dr. Ari Fahrial Syam,SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, gastroloenterolog Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan, GERDQ dibuat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit GERDQ. “Selain itu, hasil data diagnosa dari aplikasi ini dapat menjadi basis data skala penyakit ini di Indonesia,” ujarnya kepada wartawan seperti dalam rilisnya yang diterima Gatra.com (16/11/2017).

GERD disebabkan oleh asam lambung yang meluap ke kerongkongan. Di Indonesia, kata Ari, penyakit itu mempengaruhi kehidupan dari sekitar 22,8-25% orang Indonesia yang menjalani endoskopi. Sayangnya, GERD sering sekali terabaikan. Pasien seringkali membiarkannya hingga 10 tahun atau lebih sebelum memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Berdasarkan laporan yang ada, 1 dari 3 pasien GERD dilaporkan mengalami keterbatasan beraktivitas, 60% pasien dilaporkan mengalami gangguan tidur, 33% pasien menyatakan GERD mengganggu produktivitas mereka saat bekerja, 50% pasien mengatakan mereka menjadi lebih sensitif, dan lebih dari 80% pasien merasakan kehilangan menikmati makanan.

Ari yang juga Wakil Ketua PGI bilang, pasien GERD biasanya datang dengan keluhan nyeri di bagian dada dan bisa merasakan rasa panas di dada seperti terbakar (heartburn) biasanya nyeri dada ini diikuti juga dengan mulut pahit karena ada asam yang naik (regurgitasi). “Penyakit GERD sebenarnya bisa dideteksi dengan menggunakan kuesioner GERD saja,” tuturnya.

National Heartburn Alliance mengatakan majoritas penderita merasakan dampak negatif terhadap kualitas hidup mereka. Berikut merupakan hal-hal yang terkena dampak dari heartburn, yaitu: kualitas fisik, kualitas tidur, produktivitas, kondisiemosi, dan fungsi sosial.

Data penelitian lainnya yang diikuti oleh 116.536 orang memperlihatkan bahwa 23% jumlah itu merupakan pasien GERD. Lalu, 39% di antaranya mengalami gangguan jangka panjang, mengalami gejala parah yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Mereka juga memiliki komplikasi atau kemungkinan komplikasi di masa depan.

Sementara itu, dr. Andi Marsali, Medical Director AstraZeneca Indonesia, mengutarakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung segala upaya yang ditujukan untuk kepentingan pasien dalam bidang kesehatan. “Melalui aplikasimobile GERDQ, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran akan GERD dan mempermudah pemantauan penyakit dan pengobatan untuk pasien di Indonesia,” tuturnya.



Editor: Aries Kelana

 



 



Aries Kelana
17-11-2017 18:07