Main Menu

Memperingati Hari Gizi, Kemenkes Fokus Isu Stunting dan Gizi Ibu

Annisa Setya Hutami
25-01-2018 12:43

Dirjen Kesmas Anung Sugihantono (Dok. Kemenkes/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Memperingati hari gizi ke-58, Kemenkes mengadakan workshop dengan tema "Cegah Stunting, Bersama Keluarga Kita Jaga 1000 Hari Pertama Kehidupan" pada Kamis (25/1). Acara ini ditujukan untuk menyosialisasi percepatan perbaikan gizi masyarakat.


Stunting adalah masalah kurangnya gizi kronis pada anak yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang. Wajar masalah gizi ibu menjadi fokus utama mengingat isu itu sering diabaikan. Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Anung Sugihantono mengatakan, penanganan stunting perlu dimulai sebelum kelahiran dan berlanjut sampai anak berusia dua tahun.

"Kegagalan pertumbuhan (growth faltering) terkadang tidak disadari baik itu oleh keluarga maupun masyarakat sebagai sebuah masalah yang harus dicegah dan diselesaikan. Kecuali bila postur sudah tampak sangat kurus, barulah sadar bahwa ada masalah," katanya.

Untuk itu, Kemenkes mengundang beberapa pembicara yang berasal dari Bappenas, Kemendikbud, Kemensos, BKKBN, dan BPOM. Mereka berbicara tidak hanya melihat pada sisi kesehatan saja, tetapi juga dari lingkup lainnya sehingga pengetahuan mengenai gizi dapat diamati dari berbagai aspek.

Berdasarkan data Riskesdas 2013, kasus kekurangan gizi lebih mengarah pada perempuan. Dari 89, 1% perempuan hamil, hanya 33,3% yang mengonsumsi tablet tambah darah. Selain itu, anak usia lima bulan ke bawah juga masih belum sepenuhnya mendapatkan Air Susu Ibu ( ASI) ekslusif. Ini menjadi persoalan kesehatan yang perlu cepat diatasi.

"Semoga peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk perbaikan gizi bangsa ke depannya. Harapannya melalui interaksi dan sinergi mampu mewujudkan kemandirian keluarga Indonesia dalam menjaga 1000 hari pertama kehidupan generasi bangsa," tutur Anung.


Reporter: ASH
Editor: Arief Prasetyo

Annisa Setya Hutami
25-01-2018 12:43