Main Menu

BPOM Bantah Tutupi Kabar DNA Babi dalam Viostin DS dan Enzyplex

Sandika Prihatnala
05-02-2018 16:11

Kepala BPOM RI Peny K. Lukita (GATRA/Rifki M. Irsyad/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Positif mengandung DNA babi, surat nomor izin edar (NIE) obat Viostin DS dan Enzyplex resmi dicabut. Dua obat ini diproduksi PT Pharos Indonesia dan Mediafarma Laboratories.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI membantah menutup-nutupi temuan DNA babi di dua obat itu. DNA babi ini ditemukan sejak November 2017 lalu.

"Bukan menutup-nutupi, temuan ini masih dalam proses pengawasan dan juga bukan rahasia. Tentunya akan kami sampaikan ke  masyarakat," kata Kepala BPOM RI Peny K. Lukita di Jakarta Pusat, Senin (5/6).

BPOM mengeluarkan instruksi kepada produsen agar menarik semua produk yang beredar di pasaran. Peny mengatakan untuk Viostin DS sudah dilakukan sejak November 2017.

Kedua produsen mendapatkan sanksi peringatan dan BPOM meminta melakukan perbaikan. Tetapi DNA babi tersebut lagi-lagi ditemukan di kedua produk ini.

"Kedua produsen tidak konsisten soal informasi data produk. Hasil pengujian pre-market dan post-market berbeda. Kita kasih sanksi untuk melakukan perbaikan tapi lagi-lagi ditemukan hal yang sama," lanjut Peny.

BPOM memberikan sanksi kepada pegawai yang menyebarkan hasil pengawasan kedua produk ini melalui media sosial. Kabar DNA babi pada Viostin DS dan Enzyplex ini menyebar di media sosial. 


Reporter : Abdul Rozak

Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
05-02-2018 16:11