Main Menu

Viostin DS dan Enzyplex Tidak Mengantongi Sertifikat Halal MUI

Sandika Prihatnala
05-02-2018 16:25

Viostin DS (Dok. PT Pharos/FT02

Jakarta, Gatra.com - Viostin DS dan Enzyplex positif mengandung DNA babi. Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) membenarkan dua merk ini sama sekali tidak mengantongi sertifikat hahal.

 

"Viostin DS dan Enzyplex ini tidak mengantongi sertifikat halal. Tidak punya sertifikat halal," ungkap Ketua LPPOM MUI Lukmanul Hakim di Kantor BPOM RI, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Senin (5/2).

PT Pharos Indonesia dan Mediafarma Laboratories belum mengurus serfikat halal ke MUI untuk obat Viostin DS dan Enzyplex. Mengurus sertifikat halal bersifat sukarela dan tidak ada paksaan.

Meski demikian, LPPOM melakukan pengujian pre-market (sebelum beredar) terhadap sampel dua produk ini. Hasilnya, tidak ditemukan DNA babi di kedua Viostin maupin Enzyplex.

"Kami melakukan pengujian sampel pre-market sebagai data bagi LPPOM MUI. Dari situ tidak ada DNA babi, tetapi hasil uji post-market temuannya berbeda," pungkas dia.

Diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI membenarkan jika Viostin DS dan Enzyplex mengandung DNA babi. Produsen obat dinilai tidak konsisten soal data produk pre-market dan post-market.

BPOM memberikan sanksi berupa peringatan keras terhadap dua produsen obat tersebut. Selain menarik produk yang beredar di pasaran, seluruh proses produksi harus dihentikan.

"BPOM telah mencabut nomor izin edar (NIE) kedua produk ini," kata Kepala BPOM Peny K. Lukita kepada wartawan. 


Reporter : Abdul Rozak

Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
05-02-2018 16:25