Main Menu

Mengonsumsi Minyak Ikan dan Suplemen Probiotik saat Hamil Mengurangi Risiko Alergi pada Anak-anak

Rohmat Haryadi
01-03-2018 16:33

Ibu dengan minyak ikan (americanpregnancy.org)

London, Gatra.com -- Dalam salah satu laporan penelitian terbesar tentang bagaimana diet wanita hamil mempengaruhi risiko alergi dan eksim bayinya, para ilmuwan dari Imperial College London menilai lebih dari 400 studi yang melibatkan 1,5 juta orang. Sebagai bagian dari penelitian ini, mereka menemukan bahwa ketika wanita hamil minum kapsul minyak ikan setiap hari dari 20 minggu masa kehamilan, dan selama tiga sampai empat bulan pertama menyusui, risiko alergi telur pada anak berkurang 30 persen. Demikian Sciendaily, 28 Februari 2018.


Tim yang ditugaskan Food Standards Agency, juga menemukan bahwa mengkonsumsi suplemen probiotik setiap hari dari 36-38 minggu masa kehamilan, dan selama tiga sampai enam bulan pertama menyusui, mengurangi risiko anak mengembangkan eksim sebesar 22 persen. Para periset, yang menerbitkan meta-analisis mereka di jurnal PLOS Medicine. Mereka tidak menemukan bukti bahwa menghindari makanan alergenik seperti kacang, susu dan telur selama kehamilan membuat perbedaan pada risiko alergi atau eksim anak.

Dr Robert Boyle, penulis utama penelitian dari Department of Medicine di Imperial College London, menjelaskan: "Alergi makanan dan eksim pada anak-anak adalah masalah yang berkembang di seluruh dunia," katanya. Dia menambahkan: "Penelitian kami menyarankan suplemen probiotik dan minyak ikan dapat mengurangi risiko anak mengembangkan kondisi alergi, dan temuan ini perlu dipertimbangkan saat pedoman untuk wanita hamil diperbarui."

Tim ini juga menilai sejumlah faktor makanan selama kehamilan termasuk asupan buah, sayuran dan vitamin, namun tidak menemukan bukti yang jelas bahwa berdampak pada risiko alergi atau eksim. Alergi terhadap makanan, seperti kacang-kacangan, telur, susu atau gandum, mempengaruhi sekitar satu dari 20 anak di Inggris. Disebabkan sistem kekebalan tubuh yang tidak berfungsi, dan terlalu bereaksi terhadap makanan tak berbahaya ini. Ini memicu gejala seperti ruam, bengkak, muntah dan mengi.

Eksim mempengaruhi sekitar satu dari lima anak di Inggris, dan menyebabkan kulit kering, pecah-pecah dan gatal. Penyebab eksim dan alergi tidak sepenuhnya dipahami, namun alergi lebih sering terjadi pada orang yang menderita eksim. Penelitian lebih lanjut sekarang diperlukan untuk memahami bagaimana probiotik dan minyak ikan dapat mengurangi risiko alergi dan eksim, kata Dr Vanessa Garcia-Larsen, rekan penulis studi dari National Heart and Lung Institute di Imperial: "Meskipun alergi dan eksim meningkat, dan mempengaruhi jutaan anak-anak, kami masih mencari penyebab utama dari kondisi ini, dan bagaimana mencegahnya."

Dr Garcia-Larsen, yang juga berbasis di Universitas John Hopkins, menambahkan: "Penelitian ini telah memberikan petunjuk, yang sekarang perlu kita ikuti dengan penelitian lebih lanjut." Dalam studi saat ini, tim tersebut menilai 28 uji coba suplemen probiotik selama kehamilan, yang melibatkan sekitar 6.000 wanita. Probiotik mengandung bakteri hidup yang dapat mempengaruhi keseimbangan alami dalam usus. Penelitian sebelumnya telah menghubungkan suatu gangguan pada bakteri yang terjadi secara alami terhadap risiko alergi.

Dalam penelitiannya, probiotik diambil selama kehamilan dan menyusui sebagai kapsul, bubuk atau minuman (kebanyakan yogurt tidak mengandung cukup probiotik). Mereka ditemukan mengurangi risiko anak mengembangkan eksim - antara usia enam bulan sampai tiga tahun - sebesar 22 persen. Ini setara dengan 44 kasus eksim per 1000 anak. Para ilmuwan menambahkan bahwa probiotik, yang kebanyakan mengandung bakteri yang disebut Lactobacillus rhamnosus, disarankan tidak digunakan pada awal kehamilan.

Tim juga menilai sekitar 19 uji coba suplemen minyak ikan selama kehamilan, yang melibatkan sekitar 15.000 orang. Studi ini menunjukkan penurunan risiko alergi telur sebesar 30 persen pada usia satu tahun, yang setara dengan pengurangan 31 kasus alergi telur per 1.000 anak-anak. Alergi telur diuji dengan tes kulit, di mana sejumlah kecil zat telur disuntikkan ke kulit. Dalam penelitian menggunakan suplemen minyak ikan, kapsul mengandung dosis standar asam lemak omega-3 (jenis lain dari asam lemak, yang disebut omega-6, tidak ditemukan memiliki efek pada risiko alergi).

Dr Boyle menambahkan bahwa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa minyak ikan dapat membantu meredam sistem kekebalan tubuh, dan mencegahnya bereaksi berlebihan. Sebagian besar percobaan menggunakan suplemen, walaupun seseorang yang terlibat makan ikan berminyak, dan beberapa lainnya menggunakan minyak non-ikan seperti minyak kacang. Departemen Kesehatan menyarankan wanita untuk makan tidak lebih dari dua porsi ikan berminyak dalam seminggu. Juga menghindari hiu, ikan todak atau marlin karena mengandung kadar merkuri yang tinggi.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
01-03-2018 16:33