Main Menu

Mengapa Pil KB Bisa membunuh Anda? Kontrasepsi Oral Meningkatkan Risiko Stroke!

Rohmat Haryadi
08-03-2018 17:30

Pil KB bisa memicu stroke (depositphotos)

Chicago, Gatra.com -- Pil kontrasepsi meningkatkan kemungkinan wanita menderita stroke iskemik, yaitu arteri ke otak tersumbat. Penelitian menemukan ada sekitar 85 persen kasus kondisi yang mengancam jiwa ini. Para periset, dari Universitas Loyola di Chicago, menulis: "[Antara] wanita dengan faktor risiko stroke lainnya, risikonya tampak lebih tinggi, dan dalam kebanyakan kasus, penggunaan kontrasepsi oral harus dikurangi." Demikian Dailymail, 6 Maret 2018.

 

Namun alat kontrasepsi oral tidak meningkatkan risiko stroke hemoragik, yang disebabkan perdarahan di otak. Pil KB diperkirakan meningkatkan risiko penyumbatan arteri dengan membuat darah cenderung gampang menggumpal. Kebanyakan wanita telah mencoba setidaknya satu kontrasepsi hormonal dalam hidup mereka. Di Amerika, hampir 37 persen wanita saat ini menggunakan alat kontrasepsi itu.

Stroke adalah penyebab utama kematian ketiga pada wanita di AS, dengan 55.000 wanita lebih banyak daripada pria setiap tahun. Hasil lebih lanjut menunjukkan bahwa wanita tidak diskrining secara akurat terhadap faktor risiko stroke potensial sebelum diberi kontrasepsi hormonal.

Di antara wanita yang berisiko mengalami keadaan darurat medis, hanya 15 persen yang ingat untuk tidak minum pil KB. Sementara hanya 36 persen yang telah diberitahu untuk berhenti minum obat tersebut. Para periset menyoroti kebutuhan komunikasi dokter-pasien yang efektif.

Berbicara tentang bagaimana wanita dapat mengurangi risiko stroke, para peneliti menulis: "Obat ideal adalah obat dengan dosis estrogen dan progestin terendah yang akan efektif dalam mencegah kehamilan sambil meminimalkan efek samping." Temuan tersebut dipublikasikan di jurnal MedLink Neurology.

Penelitian ini muncul setelah penelitian yang dirilis bulan lalu yang menyarankan wanita yang memulai menstruasi sebelum berusia 10 tahun, atau memasuki masa menopause lebih muda dari 45, memiliki peningkatan risiko menderita stroke. Menstruasi sebelum usia 13 tahun sering disebabkan obesitas, yang juga menempatkan individu pada risiko kejadian kardiovaskular lebih tinggi, seperti stroke.

Masa menopause dikaitkan dengan penurunan hormon pelindung jantung, seperti estrogen, yang mencegah lemak menyebar di aliran darah dan meningkatkan risiko stroke pada wanita.Wanita kekurangan hormon pelindung ini lebih lama dari rata-rata wanita, meningkatkan risiko penggumpalan darah di otak.

Hormon yang berfluktuasi selama menopause juga meningkatkan apa yang disebut tingkat kolesterol jahat, yang selanjutnya meningkatkan risiko wanita tersebut. Penulis studi Dr Kathryn Rexrode dari Rumah Sakit Brigham mengatakan: 'Wanita-wanita ini harus dipantau dengan hati-hati dan mereka harus sadar bahwa mereka berisiko tinggi, dan termotivasi untuk mematuhi perilaku gaya hidup paling sehat untuk mengurangi risiko hipertensi."


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
08-03-2018 17:30