Main Menu

Mengapa Obat dan Vaksin Bisa Mengandung Babi?

Rohmat Haryadi
14-03-2018 05:37

Salah satu vaksin yang mengandung babi (porcine) (Istimewa)

Jakarta, Gatra.com -- Geger obat mengandung babi memicu perhatian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Pihak YLKI menilai langkah antisipasi harus dilakukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Karena itu menurut Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, BPOM harus mengaudit secara konfrehensif. "Audit komprehensif sangat penting untuk memberikan jaminan perlindungan kepada konsumen, khususnya konsumen muslim," kata Tulus beberapa waktu lalu.


Karena UU Jaminan Produk Halal mengharuskan proses produksi dan konten obat harus bersertifikat halal. Lantas mengapa obat bisa mengandung babi? Biasanya unsur babi menyusup dalam cangkang kapsul atau pelapis kaplet yang berbahan gelatin. Gelatin adalah protein hewani yang dibuat dengan merebus bahan kolagen dari tulang,  dan kulit binatang. Babi dan tulang ternak biasanya digunakan untuk membuat gelatin. Gelatin memiliki banyak kegunaan, termasuk penggunaan dalam memasak, keperluan industri, kosmetik dan fotografi.

Dalam industri farmasi, gelatin digunakan terutama untuk membuat kapsul gelatin keras dan lembut. Kegunaan lainnya termasuk tablet, emulsi, supositoria dan sirup. Telah digunakan selama lebih dari 125 tahun di industri makanan.

Obat untuk sendi dan tulang juga mengandung zat itu. Gelatin digunakan untuk menurunkan berat badan, dan untuk mengobati radang sendi seperti, osteoartritis, rheumatoid arthritis, dan tulang rapuh (osteoporosis). Beberapa orang juga menggunakannya untuk menguatkan tulang, persendian, dan kuku jari. Gelatin juga digunakan untuk memperbaiki kualitas rambut dan untuk mempersingkat pemulihan setelah cedera terkait olahraga.

Gelatin mengandung kolagen, yang merupakan salah satu bahan yang membentuk tulang rawan dan tulang. Inilah sebabnya mengapa beberapa orang berpikir gelatin bisa membantu arthritis dan kondisi sendi lainnya.


Nah, konsumen yang alergi terhadap zat tertentu, atau yang ingin menghindari hewan tertentu karena alasan agama atau budaya mungkin perlu mengetahui tentang asal/sumber gelatin yang terkandung dalam obat-obatan mereka. Dia dipetik dari babi (porcine) atau sapi (bovine). Dokumen kandungan obat sangat membantu dokter dalam menangani situasi seperti ini.

Karena penggunaan gelatin sebagian kolagen terhidrolisis sangat luas. Gelatin digunakan dalam untuk cangkang kapsul, dan merupakan salah satu dari banyak jenis zat penstabil yang ditambahkan ke produk farmasi seperti vaksin. Untuk vaksin ini kita pernah dibuat heboh dengan vaksin haji (miningitis) dengan zat penstabil dari gelatin babi.

Profesional kesehatan harus mempertimbangkan pertimbangan keyakinan religius pasien saat meresepkan dan mengelola obat-obatan. Karena iman Islam misalnya, memiliki batasan diet yang mungkin melarang produk hewan tertentu (babi) dalam makanan mereka.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
14-03-2018 05:37