Main Menu

Jangan Hanya Minum Saat Haus

Putri Kartika Utami
21-04-2018 13:58

Ilustrasi Minum Air. (Shutterstock/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Selama ini kita baru minum air ketika merasa haus. Padahal, manfaat air bukan hanya untuk melepas dahaga. Menurut dr. Dewi Friska, MKK air merupakan zat penting. ''Zat gizi makro yang esensial dan penting,'' katanya.

 

Meskipun manfaat air begitu banyak, namun ternyata banyak dari kita yang tidak menyadari pentingnya air bagi kesehatan. Hal tersebut dipaparkan oleh Dewi saat menjadi pembicara pada acara Women’s Health Expo 2018, Sabtu (21/4) di Jakarta.

Sebagai zat gizi makro yang esensial, lanjut Dewi manfaat air di antaranya untuk pembentuk sel darah merah, pelarut zat gizi, media pengeluaran zat sisa atau kotoran, pelumas dan pengatur suhu tubuh.

Jika tubuh kekurangan air pasti akan memberikan dampak buruk seperti mudah bingung, sakit kepala, mudah lelah, sulit konsentrasi dan cemas.

Untuk memenuhi kadar cairan di dalam tubuh seseorang tidak hanya mendapatkannya dari air putih, namun juga dari sumber lainnya seperti susu, sayuran, buah-buahan dan asupan makanan lain.

Lalu bagaimana untuk mengetahui bahwa tubuh sudah tercukupi oleh cairan atau belum. Menurut Dewi, caranya dengan melihat dari warna urin. ''Yang baik yaitu kuning jernih, tidak pekat,'' katanya.

Agar tubuh bisa tercekupi cairan, idealnya setiap orang wajib mengonsumsi dua liter atau delapan gelas air setiap hari. Akan tetapi terpenuhinya tubuh dengan dua liter air perhari saja sebenarnya tidak cukup. Yang juga harus diperhatikan, papar Dewi, air yang dikonsumsi juga harus aman.

“Syarat air minum yang baik adalah tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan bebas kuman. Harus dimasak lebih dahulu,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K), MPH mengatakan meskipun cairan juga terdapat pada asupan makanan, namun itu tidak memengaruhi kebutuhan minum air putih. “Tidak, tubuh tetap butuh dua liter air,” katanya.

Komponen air dalam tubuh mencapai 60-70 persen. Secara umum sudah diperhitungkan kebutuhan orang dewasa adalah 2 liter sehari.

Namun untuk orang lanjut usia (lansia) jumlah tersebut harus dikurangi. Menurut Budi kebutuhan cairan tidak dipengaruhi oleh berat badan tetapi sangat dipengaruhi oleh usia. Kelebihan cairan pada lansia justru membahayakan kesehatan.

“Di atas 65 tahun itu kebutuhannya berkurang. Tidak lagi 2 liter perhari tapi mungkin 1,5-1,75 liter perhari karena metabolisme dia tidak memerlukan banyak cairan. Kalau berlebihan justru berbahaya. Bisa menyebabkan gangguan elektrolit dan lainnya,” imbuhnya.

Repoter: Putri Kartika Utami

Editor: G.A. Guritno

Putri Kartika Utami
21-04-2018 13:58