Main Menu

Begini Mengendalikan Penyakit Asma

didi
30-04-2018 13:41

Ilustrasi terserang asma. (shutterstock/RT)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com – Di negara-negara berkembang asma semakin banyak pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Meskipun asma tidak dapat disembuhkan, tapi dapat dikendalikan. Sekali terkendali, penderita penyakit asma dapat menjalani kehidupan yang sehat dan aktif.

Asthma merupakan penyakit kronis pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh faktor keturunan maupun lingkungan. Organisasi kesehatan dunia World Health Organisation (WHO) menyatakan jumlah penderita penyakit asthma di seluruh dunia mencapai sekitar 235 juta orang.

Peringatan Hari Asma Sedunia pada tahun ini jatuh pada tanggal 1 Mei 2018. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap penyakit ini di seluruh dunia.

“Dengan semakin meningkatnya kesadaran terhadap asthma, akan lebih banyak penderita dengan gejala-gejala penyakit tersebut datang untuk memeriksakan diri dan mendapatkan penanganan yang efektif, sehingga akan membantu mereka menjalani kehidupan yang sehat,” kata Dr Alvin Ng Ng Choon Yong, dokter spesialis saluran pernapasan dari Farrer Park Hospital Singapura dalam keterangannya kepada Gatra.com, Senin (30/4).

Dr. Alvin Ng menambahkan, kebanyakan anak-anak penderita asma pada saat tumbuh dewasa merasa lebih baik dan berpikir bahwa mereka telah sembuh dengan semakin besarnya saluran pernapasan. Kenyataannya, mereka sering mengalami radang atau pembengkakan saluran pernapasan dan penyakit asma yang diderita semakin memburuk.

“Penderita penyakit asma perlu meneruskan pengobatan dan melakukan penanganan lanjutan secara teratur,” kata Dr. Alvin Ng.

Secara umum, pengobatan penyakit asma terbagi pada tahap pencegahan dan peredaaan. Pada tahap pencegahan digunakan jenis obat corticosteroid dengan menggunakan alat bantu hisap atau inhaler. Sedangkan pada tahap peredaan digunakan jenis obat beta agonist seperti Ventolin yang juga menggunakan inhaler.

“Tak kalah penting adalah mengurangi atau menghilangkan pemicu dari faktor lingkungan seperti debu, serangga dan hewan peliharaan yang mungkin menimbulkan alergi bagi penderita penyakit asma,” jelasnya.

Untuk menangani alergi pada penderita penyakit asma, Farrer Park Hospital melakukan satu terapi pengobatan untuk menangani alergi yang disebut Sublingual Immunotherapy (SLIT). Beberapa pasien yang menjalani terapi SLIT mengalami pemulihan secara terus menerus dari gejala-gejala alergi. Namun, ada pula yang kambuh karena tak melanjutkan terapi SLIT.

“Banyak pasien penyakit asma yang tak dapat membedakan pengobatan untuk tahap pencegahan dan peredaan. Saat mereka mengalami serangan penyakit asma, mereka langsung menggunakan obat pereda,” kata Dr Alvin Ng.

Ia menuturkan, tanpa menggunakan obat pencegah, penyakit asma yang diderita akan semakin parah. Bahkan dapat mengancam kehidupan mereka sehingga membutuhkan penanganan Intensive Care Unit (ICU) dan ventilasi mekanis.

“Dengan demikian, penderita asma perlu melakukan pengobatan pencegahan secara teratur untuk menjaga agar penyakitnya dapat dikendalikan,” pungkasnya.



Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Rosyid

didi
30-04-2018 13:41