Main Menu

Generasi Milenial Rentan Jadi Korban Kosmetik Ilegal dan Berbahaya

Putri Kartika Utami
11-05-2018 17:31

Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito. (GATRA/Erry Sudiyanto/RT)

Jakarta, Gatra.com – Perkembangan teknologi digital turut mendorong pergeseran gaya belanja masyarakat. Awalnya diperjualbelikan secara konvensial, kemudian dijual langsung melalui multi-level marketing (MLM), sekarang ini banyak dipasarkan secara online, termasuk pembelian kosmetik.

 

Produk kosmetik, menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, menduduki peringkat kedua sebagai produk yang paling sering dikonsumsi dari belanja online setelah produk busana. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) mewanti-wanti masyarakat agar cermat membeli kosmetik legal dan terdaftar.

“Perubahan pola perdagangan dan perkembangan industri kosmetik ini menjadi salah satu perhatian BPOM RI. Menjadi tanggung jawab BPOM RI untuk meningkatkan efektivitas pengawasan untuk memastikan kosmetik yang beredar telah memenuhi persyaratan keamanan, manfaat, mutu dan penandaan produk”, ujar Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito pada acara Kampanye Cerdas Menggunakan Kosmetik untuk Generasi Milenial, di Bandung, Jumat (11/05).

Ia menilai generasi milenial akrab dengan dunia digital sehingga lebih sering terpapar dengan beragam informasi tentang kosmetik melalui iklan online serta beauty blogger dan beauty vlogger yang sekarang sedang marak. Konsumen harus cerdas dalam memilih kosmetika yang aman, bermanfaat, dan bermutu dengan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa)," ujarnya.

Deputi bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen, Kesehatan dan Kosmetik, Mayagustina Andarini mengatakan pihaknya rutin melakukan pengawasan penjualan kosmetik online. Tak jarang ia mendapati situs-situs yang memuat informasi tidak bertanggung jawab memasarkan produk kecantikan tersebut.

“Sampling ke sarana distribusi maupun produksi rutin kita lakukan. Kita amati iklan dan website. Jadi kalau ada website yang menjelaskan info tentang kosmetik tidak sesuai dengan proporsinya maka kita kerjasama dnegan Kominfo untuk bekukan,” pungkasnya.

Berdasarkan data BPOM RI, jumlah produk kosmetik ternotifikasi mengalami peningkatan, dari 35.203 produk pada tahun 2015 menjadi 51.025 produk pada tahun 2017. Hal ini salah satunya merupakan efek kemudahan proses notifikasi melalui sistem notifikasi online BPOM RI yang memungkinkan nomor notifikasi kosmetik diterbitkan dalam 14 hari kerja.


Reporter: Putri Kartika Utami
Editor: Nur Hidayat

Putri Kartika Utami
11-05-2018 17:31