Main Menu

Puasa Tidak Jadi Pantangan Bagi Penderita Maag

Aulia Putri Pandamsari
26-05-2018 23:28

Promag Fastingval, di Lapangan Blok S, Jakarta.(GATRA/APP/re1)

Jakarta, Gatra.com. Berpuasa selama bulan Ramadan, ternyata tidak menjadi pantangan bagi para pengidap maag.Selama ini muncul persepsi, bahwa penderita maag tidak harus berpuasa karena khawatir kondisinya akan menurun. Hal ini kemudian dijelaskan oleh Gastroenterologist atau Ahli Penyakit Dalam, Dr. Ari Fahrial Syam.

Dalam penelitian yang dilakukan Ari Fahrisl Syam, sebanyak 70 hingga 80% pasien mengidap penyakit maag fungsional yang disebabkan oleh ketidakteraturan makan, bahwa berpuasa tidak menyebabkan kerusakan berarti pada lambung.

“Misalnya, makan pagi biasanya pukul 07.00 tapi karena terlambat akhirnya dia melewatkan sarapan. Lalu, makan siang jam 12.00 tapi karena rapat bergeser menjadi pukul 14.00. Begitu juga dengan makan malam, karena macet baru bisa makan pukul 22.00. Ketidakteraturan itu yang membuat lambung bingung,” kata Ari saat ditemui di acara Promag Fastingval, di Lapangan Blok S, Jakarta, Sabtu(26/5).

Justru dengan berpuasa, kata Ari, jadwal makan menjadi teratur. Konsumsi makanan yang seharusnya dihindari oleh pengidap maag fungsional seperti camilan yang berlemak, makanan pedas, coklat, dan keju, serta minuman seperti kopi, alkohol, dan minuman soda menjadi berkurang karena puasa. 

“Karena sebenarnya tubuh kita itu butuh lapar. Dengan proses itu, kadar lemak bisa turun, sel yang rusak juga bisa dihancurkan. Kalau kita makan terus, tubuh nggak sempat melakukan mekanisme tersebut, justru kita menimbun lemak,” ujar Ari.

Berbuka puasa yang baik, kata Ari, itu dengan meminum air putih, atau bisa juga dengan teh manis. Kemudian makan empat hinga lima biji kurma atau buah-buahan lain seperti pepaya dan melon. Setelah melaksanakan salat maghrib, baru berbuka dengan makanan yang berat.

“Makan besar pun jangan balas dendam karena sudah skip makan siang. Harus diperhatian. Hindari mengonsumsi coklat atau keju ketika berbuka karena sulit dicerna dan memperlambat pengosongan lambung. Hindari juga teh tubruk karena mengandung kafein karena relatif mengurangi cairan. Begitu juga konsumsi kopi saat sahur akan merangsang buang air kecil,” ujar Ari.


Reporter: APP
Editor: Iwan Sutiawan

Aulia Putri Pandamsari
26-05-2018 23:28