Main Menu

Tak Usah Malu Karena TBC, Aplikasi ini Bisa Membantu

Hidayat Adhiningrat P.
03-06-2018 14:55

Ilustrasi TBC. (Shutterstock/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Beberapa waktu ke depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan merilis aplikasi layanan kesehatan berbasis digital. Aplikasi ini diberi nama Aplikasi Jakarta Sehat (AJS). Dibuat dengan latar belakang, salah satunya, karena ada beberapa penyakit yang kadang membuat masyarakat malu untuk mengkonsultasikannya.

 

Co Founder Aplikasi Jakarta Sehat (AJS), Budi Setyanto menyatakan ada banyak cerita tentang masyarakat yang malu untuk mengkonsultasikan penyakit yang diidapnya.

“Ya kayak TBC salah satunya, nah ke depan masyarakat juga bisa mengkonsultasikan kesehatannya ke dokter terkait melalui Aplikasi Jakarta Sehat yang akan diresmikan Pemprov DKI dalam waktu dekat,” ujar Budi dalam keterangan tertulis yang diterima GATRAcom, Sabtu (2/6/2018).

Menurut informasi yang dihimpun, angka penderita Tuberkulosis (TBC) di DKI Jakarta memang tergolong tinggi, yakni sebanyak 37 ribu kasus tahun 2017. Namun, banyak warga Jakarta yang enggan melaporkan dirinya ataupun keluarganya saat terjangkit TBC kepada pihak pemerintah.

Salah satu warga Jakarta di bilangan Jakarta Timur, Aminuddin mengatakan bahwa ada salah seorang keluarganya yang mengidap TBC. Namun ia malu untuk melapor dan akibatnya sampai saat ini keluarganya belum mendapatkan penanganan kesehatan selayaknya.

“Sudah lama itu batuk-batuk. Tapi dia malu berobat ke Puskesmas, untung ada tetangga saya, dokter, yang mau periksa. Ternyata dia sakit TBC,” kata Aminuddin.

Sementara itu, Aktivis TBC, Fitri, mengatakan bahwa memang sebagian orang memilih untuk tetap menderita sakit TBC dan memendamnya daripada pergi berobat ke dokter.

“Nanti setelah mereka muntah darah sampai sebaskom, mereka baru cari saya untuk minta pertolongan,” tuturnya.

Data WHO menunjukkan bahwa TBC telah membunuh 1,5 juta manusia di tahun 2014. Bukti ini menjadikan TBC juga sebagai penyebab kematian yg lebih banyak daripada HIV/AIDS (1,2 juta kematian). Penemuan ini tak mengagetkan sebab lebih banyak dana yg disalurkan buat pengobatan HIV/AIDS daripada buat TBC di dekade terakhir ini.


Reporter: Hidayat Adhiningrat P

Editor: Hendri Firzani

 

Hidayat Adhiningrat P.
03-06-2018 14:55