Main Menu

Ingin Tahu Stroke dan Penanganannya? Ini Caranya

Aries Kelana
08-06-2018 23:13

Dirut RSPON dr. Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC. (Dok.RSPON/RT)

Jakarta, Gatra.com -- Banyak pasien stroke yang baru saja mendapat serangan stroke yang akhirnya meninggal. Keluarga atau orang yang berada di dekatnya tak tahu menangani dengan benar. Padahal stroke bisa disembuhkan bila ditangani dengan benar.

Menurut dr. Mursyid Bustami, dokter spesialis syarat yang berpraktek di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Cawang, Jakarta Timur, stroke sebenarnya  ada yang masih bisa sembuh normal. Pada kasus yang bisa disembuhkan bila kerusakan otaknya tidak terlalu besar. Sehingga fungsinya bisa diambil alih oleh jaringan otak di sekitarnya. Atau ada proses pemulihan dari, seperti ibarat cermin. "Otak kiri yang rusak dapat diambil alih oleh otak kanan," ujarnya kepada Gatra, pertengahan Mei lalu. Sementara yang rusak akan tetap rusak.

Selain itu, faktor yang mempercepat penyembuhan adalah jika pasien datang ke rumah sakit kurang dari 4,5 jam pasca serangan stroke. Jika terjadi penyumbatan, maka penyumbatnya harus segera dihilangkan dengan obat trombolisis intra vena. 

Namun,bagaiman jika lebih dari 4,5 jam? Menurut Mursyid, belum ada penelitian yang membolehkan diberikan trombolisis intra vena. "Hal ini karena dinilai banyak kerugiannya yakni resiko pendarahan yang lebih besar dan outcomenya juga tidak terlalu bagus," katanya.

Jika pasien datang di atas 4,5 jam namun masih di bawah 6 jam, maka pasien diberikan intra arterial. Obat untuk menghancurkan sumbatan ini langsung masuk ke penyumbatannya. Dengan dosisi yang tidak terlalu besar, sehingga resiko pendarahannya tidak terlalu besar.

Nah bila lebih dari 6 jam, pasien akan mendapatkan terapi trombektomi. Waktunya dulu sampai 8-12 jam. Sekarang terapi ini bisa dilakukan bahkan di bawah 24 jam pada pembuluh darah tertentu. Di atas waktu itu tidak akan dilakukan apa-apa lagi selain fisioterapi dan menjaga kondisi. “Kita hanya menjaga kondisi supaya aliran darahnya yang tidak teraliri darah dengan baik in tidak menjadi core,” ujarnya.

Lamanya terapi pada kondisi akut, perawatan pada stroke iskemik berkisar 7 hari. Namun stroke karena pendarahan biasanya sekitar 10 – 15 hari perawatan. Selanjutnya pasien menjalani fisiterapi sesuai dengan kondisinya. Rata-rata mencapai 6 bulan jika intens dilakukan.

Stroke, kata Mursyid, dibagi menjadi dua besar, stroke karena sumbatan dan stroke karena pendarahan. Stroke penyumbatan disebabkan adanya sumbatan dalam pembuluh darah. Sedangkan stroke pendarahan dikarenakan pecahnya pembuluh darah yang membentuk bekuan darah dalam otak. Parah tidaknya tergantung lokasinya. “Yang paling ditakutkan dokter adalah pendarahan di bawah selaput otak, karena resiko kematian yang tinggi,” katanya lagi.

Penyebab terbanyak serangan stroke pendarahan kata Mursyid karena penyakit darah tinggi. Penyakit darah tinggi itu melemahkan dinding pembuluh darah dan lama-lama pembuluh darah pecah. Sebenarnya sebelum terjadi pecahnya pembuluh darah, biasanya sudah terbentuk kantong-kantong pembuluh darah kecil, saat tertentu misal sedang kecapekan, stres, atau tekanan darah naik drastis, maka kantong-kantong ini akan pecah.

Terapi stroke pendarahan ini adalah dengan menyumbat pembuluh darah yang pecah dengan bedah atau intervensi neurologi agar tidak pecah lagi. Kedua jenis stroke ini memiliki potensi kesembuhan yang sama. Namun hal itu tergantung dari berat ringannya dari masing – masing stroke tersebut. “Namun dari penampakannnya, stroke pendarahan lebih berat, dan memang secara keseluruhan, tingkat kematian untuk stroke pendarahan lebih tinggi,” katanya lagi.

Untuk faktor resiko penyakit stroke ini, kata Mursyid, pertama hipertensi, kencing manis, kecenderungan darah mengental, gangguan irama jantung, obesitas, merokok, stres, kurang olah raga, alkohol, dabn sebagainya. Sayangnya tidak ada gejala khas yang mengawali akan adanya serangan stroke pada pasien. “Semua mendadak, tidak ada gejawa yang mendahukui, dan yang harus dilakukan kalo terjadi serangan hanya pergi ke RS, tidak ada lagi yang lain,” ujarnya.


Reporter: Maya Khusniah

Editor: Aries Kelana

 

Aries Kelana
08-06-2018 23:13