Main Menu

Waspada Bila Anak Sering Merasa Letih

Annisa Setya Hutami
09-06-2018 15:20

Ilustrasi (GATRA/Yustinus/yus4)

Jakarta, Gatra.com- Sampai saat ini belum terdapat riset yang menemukan penyebab pasti penyakit jantung bawaan pada anak. Hanya dapat dikenali dari faktor resiko seperti kondisi genetik. Namun hal tersebut tidak menjamin dapat mendeteksi penyakit lebih dini. Padahal menurut dokter Spesialis Kesehatan Anak RSCM, Rubiana Sukardi, ditemukan beberapa kasus baru per tahun dan perlu tindakan segera.

“Orang tua perlu memperhatikan kesehatan anak seperti apakah anak sering merasa lelah bila bermain dan nafas tampak sesak . Bila hal ini ditemukan, maka perlu segera lakukan kontrol ke dokter anak. Pernah waktu itu menemukan anak penderita penyakit jantung bawaan yang detak jantungnya melemah,” katanya pada Kamis (7/6) pada acara seminar  Nu Skin tentang “Mengenal Kelainan Jantung Bawaan pada Anak (PJB)”.

Ia mengatakan terdapat dua jenis PJB yaitu Acyanotic (tidak biru atau pink) dan Cyanotic ( biru). Asianotik lebih kepada hubungan antara ruang jantung abnormal. Selain itu terdapat sumbatan pada pembuluh darah paru atau sistemik. Sedangkan tipe Sianotik, aliran darah ke paru-paru berkurang.

“ Kelainan pada tipe biru atau sianotik lebih kompleks lagi. Efeknya dapat menimbulkan gejala pada organ tubuh yang lain. Oleh karena itu perlu diagnosis seperti pemeriksaan fisis atau pulse oximetry, rontgen dada atau EKG, echocardiogram, cardiac catheterization, dan MRI,” ucapnya.

Rubiana menyarankan agar selama dalam masa kandungan, ibu hamil melihat fungsi organ tubuh saat dilakukan USG. Tidak hanya mengamati jenis kelamin bayi. Hal ini guna dapat mengenali penyakit lebih awal.

“ SDM yang mampu melakukan operasi jantung anak masih minim. Hanya ada di beberapa kota saja. Terkadang dokter di pusat harus ke daerah untuk melakukan penanganan. Sehingga dianjurkan bagi ibu hamil rutin lakukan pemeriksaan. Mengingat kromosom genetik prosentasenya besar,” kata dokter Unit Pelayanan Jantung Terpadu RSCM.

 

Reporter: Annisa Setya Hutami (ASH)

Editor: Rosyid

Annisa Setya Hutami
09-06-2018 15:20