Main Menu

Konsumsi Obat-Obatan Jenis Ini, 1 dari 3 Orang Amerika Kemungkinan Depresi

Bernadetta Febriana
14-06-2018 09:39

Ilustrasi obat. (Shutterstock/Poprotskiy Alexey/re1)

Jakarta, gatra.com - Sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat menunjukkan bahwa satu dari tiga orang yang mengkonsumsi beberapa obat-obatan yang dijual bebas, mempunyai kemungkinan untuk mengalami depresi. Pasien harus mulai kritis menanyakan apa saja keuntungan dan efek samping dari mengkonsumsi obat-obatan tersebut.

Paling tidak, ada sekitar 200an obat-obatan yang sangat umum digunakan di Amerika Serikat yang mempunyai efek samping menimbulkan depresi. Seperti yang dilansir dari npr.org, efek samping ini muncul saat minum obat-obatan tersebut secara bersamaan.

Beberapa jenis obat yang disebut mempunyai efek samping menimbulkan depresi antara lain adalah beberapa pengurang rasa sakit seperti ibuproven, ACE inhibitors (biasa digunakan untuk mereka yang mengalami tekanan darah tinggi), beta blockers, obat penghilang rasa gelisah seperti Xanax, bahkan obat-obatan untuk asam lambung seperti Prilosec dan Zantac.

“Makin banyak jenis obat-obatan yang dikonsumsi, makin besar kemungkinan untuk mengalami depresi,” ujar Profesor Mark Olfson, psikiater dari Columbia University.

Sebanyak 26.192 orang dewasa mengikuti survei untuk penelitian yang sudah dirilis di Journal of the American Medical Association ini. Semua partisipan tersebut harus menyebutkan obat-obatan apa saja yang sedang mereka konsumsi saat survey dilakukan. Selain itu, mereka juga harus mengikuti semacam screening alias tes mengenai depresi yang meliputi berbagai pertanyaan tentang kebiasaan tidur, nafsu makan dan suasana hati.

Ditemukan bahwa satu dari tiga orang yang mengikuti survei dan sedang mengkonsumsi obat-obatan jenis seperti yang disebut di atas, mengalami depresi (bahkan ada yang punya pikiran untuk bunuh diri) sebagai efek samping yang sangat potensial.

Olfson mencoba membandingkan tingkat kemungkinan depresi dari peserta survey yang mengkonsumsi obat-obatan dan yang tidak. Hasilnya? “Mereka yang sedang mengkonsumsi obat-obatan tadi ternyata kemungkinan besar bisa kena efek depresi,” katanya. Bila mereka mengkonsumsi lebih dari 3 jenis, maka ada 3 kali kemungkinan lebih besar terkena depresi.

Sekitar 15% peserta survey yang secara terus menerus mengkonsumsi lebih dari 3 jenis obat-obatan tersebut ditemukan mempunyai ciri-ciri depresi. Sementara yang mengkonsumsi satu jenis obat, 7% menunjukkan depresi. Yang tidak mengkonsumsi sama sekali jenis obat-obatan tersebut, hanya 5%yang mengalami tanda-tanda depresi.

Olfson menyatakan bahwa penelitian ini tidak menunjukkan obat-obatan jenis tersebut pasti menyebabkan depresi. “Tapi kami ingin menunjukkan bahwa mereka yang mengkonsumsi jadi punya kemungkinan untuk depresi,” katanya.

Maka dari itu, Don Mordecai, seorang psikiater dari Kaiser Permanente di San Jose California , berpesan agar para pasien kini makin kritis dengan obat-obatan yang diberikan oleh para dokter. “Tanya ke dokter, efek sampingnya apa saja dari obat-obatan tersebut,”katanya.

Selain itu, pasien juga diminta untuk sebisa mungkin mengurangi konsumsi obat-obatan tersebut. “Mereka yang punya darah tinggi, misalnya. Daripada kebanyakan mengkonsumsi obat yang bisa jadi menimbulkan depresi, lebih baik mulai diet makan dan garam serta olahraga teratur, itu jauh lebih aman dan sehat,”ujarnya lagi.

Kasus depresi di Amerika Serikat beberapa tahun belakangan mengalami kenaikan angka. Desainer Kate Spade dan koki terkenal Anthony Bourdain, beberapa waktu lalu ditemukan meninggal bunuh diri. Keduanya diduga mengalami depresi sehingga memutuskan mengakhiri hidupnya.


Editor : Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
14-06-2018 09:39