Main Menu

FDA Setujui OBat Epilepsi Berbahan Aktif Marijuana

Aries Kelana
27-06-2018 22:53

Ilustrasi.(Reuters/Nir elias/re1)

Washington, Gatra.com -- Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui pengobatan epilepsi dengan bahan ganja. Ini merupakan obat pertama berbahan ganja yang diperbolehkan diberikan kepada pasien epilepsi.

Obat buatan GW Pharmaceuticals itu boleh diberikan kepada penderita epilepsi yang berusia 2 tahun lebih yang juga menderita Dravet Syndrome (DS) dan Sindrom Lennox-Gastaut (LGS), bentuk awal epilepsi yang jarang pada anak-anak yang paling resisten terhadap pengobatan epilepsi yang beredar selama ini. Beberapa pasien LGS harus memakai helm untuk menghindari cedera otak, karena otot-otot tubuh bisa mendadak melemas, dan pasien terjatuh. 

"Persetujuan ini berfungsi sebagai pengingat bahwa memajukan program pengembangan suara yang benar mengevaluasi bahan aktif yang terkandung dalam ganja dapat menyebabkan terapi medis yang penting," kata Scott Gottlieb, Komisaris FDA sebagaimana dikutip dari reuters.com (27/6/2018).

Obat bermerk Epidiolex,mengandung cannabidiol (CBD) dan tetrahidrocannabiol (THS), salah satu dari ratusan molekul yang ditemukan dalam tanaman ganja. GW Pharma menumbuhkan tanaman ganja di rumah kaca khusus di Inggris untuk memastikan keseragaman dalam komposisi genetika tanaman, yang kemudian diolah menjadi larutan cair CBD. Baik THC dan CBD sudah dipercaya sebagai bahan kimia yang dapat mengatasi gangguan kesehatan mental.

Meskipun sudah mendapat lampu hijau dari FDA, GW Pharma tetap harus mematuhi ketentuan dari dari Badan Pengawasan Narkoba Amerika Serikat (DEA). Ini lantaran DEA mengategorikan ganja bersama heroin ke dalam zat aktif yang paling mematikan dan dianggap tidak memiliki manfaat medis. Sehingga sebelum dijual ke masyarakat, GW Pharma wajib mengevaluasi obat tersebut dan mengawasi penggunaannya. DEA diberi waktu 3 bulan untuk memberikan keputusan mengenai boleh-tidaknya obat epilepsi ini diberikan kepada pasien.

Sebelum dijual, GW sedang mempertimbangkan harga yang pantas bagi pasien. GW Pharma berharap perusahaan asuransi menanggung pasien yang memakai obat Epidiolex.

 

"Saya berharap pasien harus berkonsultasi dengan dokter apakah produk ini (Epidiolex) merupakan obat yang mereka cari," kata Douglas Throckmorton, wakil direktur program regulasi, Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat FDA.


Editor: Aries Kelana

 

Aries Kelana
27-06-2018 22:53