Main Menu

Peneliti Melbourne Membongkar Rahasia Malaria Menyerang Manusia

Aries Kelana
28-06-2018 21:05

Ilustrasi penularan Malaria. (Dok. GATRA/FT02)

Artikel Terkait

Melbourne, Gatra.com -- Berbagai upaya telah dilakukan para peneliti untuk mencegah penyebaran penyakit malaria. Salah satunya yang dilakukan ilmuwan Melbourne, Australia. Mereka berhasil menemukan cara parasit menyerang sel darah manusia. Dari situ bisa dibuat vaksin baru malaria.

Profesor Wai-Hong Tham dan Dr Jakub Gruszczyk dari Institut Walter dan Eliza Hall di Melbourne - bekerja sama dengan Dr Rick Huang dan Dr Zhiheng Yu di Howard Hughes Medical Institute (AS) – yang melakukan studi yang dipublikasikan di Jurnal Nature terbaru itu.

Dengan menggunakan teknologi cryo-EM (cryo-electron microscopy), para peneliti memetakan kontak pertama yang tersembunyi sebelumnya antara parasit malaria spesies Plasmodium vivax dan sel darah merah muda pada tubuh manusia.

Tim menemukan parasit P. vivax menggunakan reseptor transferin manusia untuk mendapatkan akses ke sel darah merah. Hasil studinya sudah dimuat dalam Jurnal Science. Kini, dengan bantuan teknologi cryo-EM revolusioner, Professor Wai-Hong Tham mengatakan bahwa timnya mampu mengatasi tantangan teknis sebelumnya untuk memvisualisasikan interaksi pada tingkat atom.

"Kami sekarang telah memetakan, sampai ke tingkat atom, persis bagaimana parasit berinteraksi dengan reseptor transferin manusia," kata Associate Professor Tham, yang dilansir situs sciencedaily.com (27/6/2018). Menurutnya, Cryo-EM benar-benar membuka pintu bagi para peneliti untuk memvisualisasikan struktur yang sebelumnya terlalu besar dan kompleks untuk 'memecahkan' sebelumnya.

P. vivax adalah salah satu spesies parasit malaria paling luas di seluruh dunia, dan menjadi penyebab utama kasus malaria di sebagian besar negara di dunia – di luar Afrika – termasuk di negara-negara Asia. Karena kecenderungannya untuk 'bersembunyi' tanpa terdeteksi oleh sistem kekebalan di liver seseorang, parasit itu bertanggung jawab untuk infeksi malaria berulang.

Sementara itu Gruzzczk, rekan Tham, bilang, timnya juga 'memecahkan' bagaimana antibodi antimalaria mengikat dan memblokir parasit P. vivax untuk menghentikan mereka dari menyerang sel darah merah, menggunakan fasilitas kristalografi sinar-X di Australia Synchrotron.

"Dengan peta kristal ini, kami telah mengidentifikasi tambahan 'titik lemah' yang dapat dieksploitasi sebagai target terapeutik. Informasi ini memungkinkan kami untuk kembali ke parasit dan mengeluarkan bagian protein yang akan membuat vaksin terbaik," Dr. Kata Gruszczyk.


Editor: Aries Kelana

 

Aries Kelana
28-06-2018 21:05